Jakarta, CoverPublik.com – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan gelaran Harmoni Imlek Nusantara menjadi representasi akulturasi budaya Indonesia yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
“Akulturasi budaya Indonesia hanya ada di Indonesia, di mana source code atau dasar kita adalah budaya. Dengan kreativitas anak bangsa, ini bisa menjadi mesin penggerak ekonomi yang luar biasa,” kata Irene saat memberikan sambutan pada puncak acara Harmoni Imlek Nusantara di Jakarta, Sabtu (28/2) malam.
Menurut dia, budaya bukan sekadar identitas, melainkan fondasi pembangunan ekonomi baru berbasis kreativitas. Karena itu, ia mengajak berbagai kalangan, mulai dari komunitas, pelaku usaha hingga pemerintah daerah, untuk berkolaborasi mengembangkan potensi tersebut.
Harmoni Imlek Nusantara juga menghadirkan panggung rakyat sebagai ruang interaksi budaya dan promosi Indonesia sebagai destinasi perayaan Imlek dan Ramadhan yang tahun ini berlangsung berdekatan. Perayaan nasional Tahun Baru Imlek digelar di berbagai daerah, termasuk Jakarta, dengan menampilkan talenta seni dan bazar produk lokal.
Pada malam puncak, beragam atraksi budaya ditampilkan, mulai dari komunitas taichi, silat, wing chun, hingga wushu. Penampilan barongsai dan pertunjukan drone yang membentuk berbagai formasi turut memeriahkan suasana.
“Inilah Indonesia. Kita ingin menunjukkan bahwa Harmoni Imlek Nusantara mencerminkan Indonesia sebagai negara paling inklusif di dunia. Kita Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tetapi tetap satu,” ujar Irene.
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di sejumlah provinsi. Selain menjadi ajang perayaan budaya, kegiatan tersebut juga membuka ruang promosi bagi jenama lokal dan pelaku ekonomi kreatif nasional untuk memperluas pasar serta memperkuat kemitraan dengan pemerintah.
Tidak hanya di Jakarta, rangkaian Harmoni Imlek Nusantara berlangsung hingga perayaan Cap Go Meh di sejumlah kota seperti Palembang, Singkawang, Medan, Manado, Makassar, dan Pontianak melalui festival lampion, barongsai, hingga bazar kuliner.
Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, pemerintah berharap perayaan budaya seperti Imlek tidak hanya memperkuat harmoni sosial, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha kreatif di berbagai daerah.










