Tutupan Hutan di Bengkulu Hanya 645.116 ha atau 32 Persen dari Luas Wilayah Bengkulu

media gathering yang digelar Komunitas Konservasi (KKI) Warsi dengan tema refleksi pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) Bengkulu 2023

Coverpublik.com – Luasan tutupan kawasan hutan di Provinsi Bengkulu terus berkurang, sehingga bencana ekologi menjadi sebuah ancaman yang nyata. Hal ini terungkap dalam media gathering yang diselenggarakan oleh Komunitas Konservasi (KKI) Warsi dengan tema refleksi pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) Bengkulu.

Adi Junedi, Direktur KKI Warsi, mengatakan bahwa kewaspadaan terhadap bencana ekologi sangat penting di Provinsi Bengkulu, terutama karena terus berkurangnya tutupan hutan. Menurutnya, upaya pemulihan kawasan hutan harus dilakukan secara optimal dan melibatkan masyarakat agar efektif.

Rudi Syaf, Senior Advisor KKI Warsi, menambahkan bahwa bencana seperti banjir dan longsor merupakan dampak dari kondisi alam yang dipengaruhi oleh intensitas curah hujan. Rendahnya kemampuan ekosistem dalam menyerap curah hujan juga dapat menyebabkan bencana tersebut.

Berdasarkan analisis citra satelit, KKI Warsi menemukan bahwa tutupan hutan di Bengkulu saat ini hanya tinggal 32 persen dari luas wilayahnya. Hal ini berkurang 8.306 Ha dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perubahan ini berdampak pada kemampuan bumi dalam menyerap air hujan, sehingga curah hujan berpotensi menjadi aliran permukaan.

Selain itu, terdapat juga lahan terbuka seluas 142.466 Ha di Bengkulu, termasuk di kawasan tambang, perkebunan sawit, dan perusahaan kehutanan. Bahkan, lahan terbuka juga ditemukan di kawasan konservasi seperti taman nasional, hutan lindung, dan lainnya. Hal ini menyebabkan berkurangnya kemampuan tanah dalam menyerap air dan meningkatkan risiko bencana ekologis.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Man Saheri