Coverpublik.com – Bupati Mukomuko Sapuan mengumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mukomuko, telah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menghadapi dampak cuaca ekstrem El Nino terutama terhadap lahan pertanian.
Dalam upaya mengatasi El Nino, pemerintah daerah telah bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu.
“BWSS VII telah berkunjung ke Kabupaten Mukomuko dan kami telah melakukan pertemuan dan berkoordinasi bersama,” ungkap Bupati Sapuan.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat mencegah dampak buruk dari El Nino terhadap sektor pertanian, terutama sawah. Pemerintah daerah bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk mengatasi masalah ini.
Bupati Sapuan juga berharap tidak ada masalah dengan bendungan di wilayah Mukomuko. Untuk itu, pihaknya telah melakukan perbaikan sejak beberapa hari yang lalu.
Untuk mengatasi masalah ini, pihak BWSS VII Bengkulu akan membangun bendungan permanen.
“Kami telah berkoordinasi dengan BWSS VII dan saat ini sedang mengajukan permohonan untuk penambahan tersier di daerah ini,” jelasnya.
Dengan penambahan tersier tersebut, diharapkan sawah yang selama ini tidak dapat ditangani oleh BWSS VII dapat ditangani mulai tahun ini dan ke depannya.
Kepala BWSS VII Bengkulu, Media Ramdan sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa tanggul sungai di beberapa wilayah, seperti Manjuto Kanan, Pondok Batu, Arah Tiga, Pondok Panjang, dan Teras Terunjam.
Untuk penanggulangan darurat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendapatkan pernyataan dari Bupati bahwa wilayah tersebut mengalami bencana. Setelah itu, BWSS VII akan menilai kondisi tanggul sungai dan melaporkannya kepada pemerintah pusat.
Selanjutnya, pemerintah pusat akan mengirimkan tim untuk melakukan pemeriksaan dan penilaian kondisi tanggul sungai.
“Jika sudah darurat, dana akan segera turun. Namun jika belum darurat, kita akan membuat desain untuk ditangani pada tahun berikutnya,” tambahnya.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Man Saheri










