Seluma, Coverpublik.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Masmambang, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, setelah ditemukan indikasi sumber air yang tidak memenuhi standar kelayakan.
Penghentian operasional diberlakukan sejak 29 Mei 2026 sebagai tindak lanjut hasil inspeksi tim pengawas BGN yang menemukan kondisi air berwarna keruh di lokasi tersebut. Operasional SPPG akan kembali dibuka setelah seluruh sarana dan prasarana memenuhi standar yang ditetapkan.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Seluma, Reno Finarta, membenarkan penghentian sementara aktivitas pelayanan di SPPG Kelurahan Masmambang.
“Operasional SPPG Kelurahan Masmambang dihentikan sementara sejak 29 Mei 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut hasil evaluasi dan temuan tim pengawas di lapangan,” kata Reno Finarta di Seluma, Rabu.
Menurut dia, salah satu temuan yang menjadi perhatian utama adalah kualitas sumber air yang digunakan dalam operasional SPPG. Saat pemeriksaan dilakukan, petugas menemukan kondisi air yang keruh dan diduga belum memenuhi standar kelayakan yang dipersyaratkan.
Sebagai tindak lanjut, pihak pengelola SPPG telah melakukan perbaikan dengan membangun sumur bor baru guna memastikan ketersediaan air bersih yang aman untuk mendukung kegiatan pelayanan.
“Kami meminta pengelola melengkapi seluruh sarana dan prasarana sesuai standar BGN, termasuk memastikan kualitas sumber air benar-benar aman dan layak digunakan,” ujarnya.
Reno menegaskan penghentian operasional tersebut bukan berarti program pemenuhan gizi dihentikan secara permanen. Kebijakan itu diambil sebagai langkah pembenahan untuk memastikan seluruh aspek pendukung pelayanan memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan.
Menurut dia, kualitas bahan baku, kebersihan lingkungan, ketersediaan air bersih, serta kelengkapan fasilitas pendukung merupakan komponen penting yang wajib dipenuhi setiap SPPG.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Semua aspek harus memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan agar pelayanan yang diberikan benar-benar aman bagi para penerima manfaat,” katanya.
BGN memastikan akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh SPPG guna menjamin kualitas layanan program pemenuhan gizi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.










