Coverpublik.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu mendapatkan alokasi pupuk subsidi sebanyak 282 ton untuk petani selama tahun 2024.
Alokasi ini terdiri dari pupuk urea sebanyak 129 ton, pupuk NPK sebanyak 159 ton, dan pupuk NPK formula sebanyak 2 ton.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Adriansyah, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pendistribusian dan penggunaan pupuk subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pupuk subsidi hanya digunakan untuk tanaman yang telah ditentukan, seperti padi, cabai, jagung, kedelai, dan coklat.
Adriansyah menegaskan bahwa hanya petani yang tergabung dalam kelompok tani yang berhak menerima bantuan pupuk subsidi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pupuk tersebut benar-benar sampai ke tangan yang tepat.
Ia juga mengajak seluruh warga Kota Bengkulu untuk turut membantu mengawasi penggunaan pupuk subsidi dan melaporkan jika terdapat penyalahgunaan.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Provinsi Bengkulu, Helmi Yuliandri, menjelaskan bahwa pupuk NPK formula hanya diperuntukkan untuk tanaman kakao dan tidak diperbolehkan untuk digunakan oleh petani lain.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian yang telah berlaku sejak 8 Juli 2022.
Helmi menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada pengecer yang menjual pupuk subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi. Pihaknya juga memastikan bahwa penyaluran pupuk subsidi saat ini sangat ketat dan akan terdeteksi jika ada pihak yang mencoba memalsukan atau menyelewengkan pupuk tersebut.
Pada tahun sebelumnya, sebanyak 1.069 petani di Kota Bengkulu telah memanfaatkan pupuk subsidi dengan alokasi sebanyak 1.014 ton. Dengan adanya alokasi pupuk subsidi yang lebih besar pada tahun 2024, diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi pertanian di Kota Bengkulu.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Man Saheri










