Distankan Rejang Lebong Kembangkan Agrowisata Terpadu untuk Dorong Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Kepala Distankan Rejang Lebong Suradi Ripai. (Foto: Istimewa)

Rejang Lebong, CoverPublik.com – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, merencanakan pengembangan program agrowisata terpadu yang memadukan potensi pertanian dengan sektor pariwisata. Program ini ditargetkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Kepala Distankan Rejang Lebong, Suradi Ripai, mengatakan bahwa program agrowisata tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung visi Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, untuk menjadikan daerah itu sebagai kota wisata andalan di Provinsi Bengkulu.

“Konsep agrowisata ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga membuka peluang kerja baru di sektor pariwisata dan UMKM,” ujar Suradi saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu (9/11/2025).

Suradi menjelaskan bahwa pengembangan agrowisata akan menjadi fokus program kerja Distankan pada tahun 2026. Program ini akan digerakkan oleh para penyuluh pertanian yang membawa konsep agrowisata terpadu sebagai strategi baru menuju swasembada pangan daerah.

“Penyuluhan pertanian bukan sekadar agenda rutin, melainkan peta jalan pembangunan sektor pertanian. Kita ingin Rejang Lebong tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga menjadi sentra pertanian modern berbasis wisata edukatif,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan program ini akan diimbangi dengan penguatan kelembagaan petani, digitalisasi penyuluhan, serta optimalisasi potensi unggulan seperti hortikultura, perkebunan kopi, dan perikanan air tawar.

Suradi menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, khususnya antara Distankan dan Dinas Pariwisata, agar program agrowisata ini dapat berjalan efektif dan menjadi salah satu pilar ekonomi baru di Rejang Lebong.

“Kalau semua pihak bersinergi dan inovasi terus digencarkan, tahun depan Rejang Lebong bisa benar-benar mencapai swasembada pangan sekaligus memperkuat posisinya sebagai kawasan pertanian wisata unggulan di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Saat ini, Kabupaten Rejang Lebong memiliki 10 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) aktif yang berperan penting dalam pendampingan petani di lapangan.

“Keberadaan BPP sangat vital dalam meningkatkan produktivitas dan kemandirian petani, terutama menghadapi tantangan iklim dan fluktuasi harga komoditas,” tutup Suradi Ripai.