DPR Apresiasi Ketersediaan BBM Lebaran 2026, Pasokan Aman dan Distribusi Terkendali

Jakarta, CoverPublik.com – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengapresiasi kinerja pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama momentum Lebaran 2026.

Menurut Lamhot, keberhasilan tersebut terlihat dari tidak adanya kelangkaan BBM di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Momentum Lebaran selalu menjadi ujian bagi ketahanan energi nasional. Namun pada 2026 ini, pemerintah mampu menunjukkan kesiapan yang matang. Pasokan BBM aman dan distribusinya terkendali,” kata Lamhot dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ia menilai stabilitas pasokan BBM tidak terlepas dari kinerja BPH Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan secara signifikan.

Berdasarkan laporan yang diterima Komisi VII DPR, konsumsi BBM selama periode Lebaran 2026 mengalami peningkatan, khususnya untuk jenis gasoline dan gasoil. Kenaikan tersebut dipicu oleh lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat lebih dari 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, Lamhot menegaskan tidak terjadi gangguan signifikan di lapangan, yang menunjukkan sistem distribusi berjalan efektif.

“BPH Migas berhasil menjalankan fungsi pengawasan dan pengaturan dengan baik, termasuk menjamin ketersediaan stok di berbagai wilayah, terutama di jalur strategis mudik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti langkah antisipatif pemerintah, seperti penambahan stok BBM di terminal utama, optimalisasi armada distribusi, serta penyediaan SPBU modular di titik rawan kepadatan.

Menurut dia, strategi tersebut terbukti efektif dalam mencegah kelangkaan BBM di daerah tujuan mudik.

Selain itu, Lamhot turut mengapresiasi koordinasi lintas sektor yang dilakukan Kementerian ESDM bersama BUMN energi dan aparat keamanan dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional.

Lamhot yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar menilai keberhasilan ini mencerminkan pendekatan berbasis perencanaan matang dan data.

“Ini bukan kerja instan. Ada perencanaan jangka panjang, simulasi kebutuhan, hingga pemetaan risiko yang dilakukan jauh hari sebelum Lebaran,” katanya.

Ia berharap upaya yang telah dilakukan pemerintah dapat terus menjaga stabilitas pasokan BBM guna memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.