Mukomuko, CoverPublik.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko mencatat sebanyak 606 warga di wilayah tersebut terindikasi mengidap Tuberkulosis (TBC) hingga April 2025. Data ini mencakup masyarakat dari 15 kecamatan, dengan sebaran tertinggi berada di Kecamatan Kota Mukomuko.
Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Bustam Bustomo, S.KM, melalui Kepala Bidang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Hamdan, S.KM, menjelaskan bahwa ratusan warga tersebut berstatus sebagai suspek. Artinya, mereka menunjukkan gejala klinis yang mengarah pada penyakit TBC, namun belum dipastikan positif melalui hasil laboratorium.
“Seluruhnya masih dalam tahap observasi dan pemantauan. Mereka belum tentu positif TBC, namun karena menunjukkan gejala, tetap kami pantau secara ketat. Kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Kota Mukomuko,” ujar Hamdan saat dikonfirmasi, Rabu (14/5/2025).
Selain kasus suspek, Hamdan mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 136 kasus TBC yang sudah terkonfirmasi positif dan tengah menjalani proses pengobatan. Data tersebut merupakan akumulasi dari tahun 2024 hingga saat ini.

Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Dinas Kesehatan Mukomuko terus memperkuat langkah preventif. Salah satunya melalui pemberian vaksin Bacillus Calmette–Guérin (BCG) secara rutin kepada bayi usia dua bulan yang dilakukan di seluruh puskesmas dan posyandu.
“Vaksinasi BCG merupakan salah satu cara efektif mencegah penularan TBC sejak dini. Kami berkomitmen memberikan imunisasi ini secara menyeluruh kepada bayi,” jelas Hamdan.
Selain vaksinasi, pihaknya juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran TBC.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membiasakan mencuci tangan, menerapkan etika batuk, tidak membuang dahak sembarangan, dan menjaga kebersihan rumah. Hal-hal sederhana ini bisa menjadi benteng awal melawan TBC,” tambahnya.
Dinkes Mukomuko juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami batuk berkepanjangan, demam, penurunan berat badan, atau keringat malam yang tidak biasa.
“Deteksi dini sangat penting. Semakin cepat diketahui, semakin mudah untuk ditangani,” tutup Hamdan.
Pewarta: Yantoni
Editor : Masya Heri
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025










