Kemenpora dan NPC Indonesia Latih 200 Peserta Jadi Penggerak Olahraga Disabilitas

Jakarta, CoverPublik.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama National Paralympic Committee (NPC) Indonesia melatih 200 peserta dari 29 daerah di Indonesia melalui program Training of Trainers (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas bertajuk “Berdaya”.

Program tersebut dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Pemusatan Latihan Paralimpiade Indonesia, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (10/5).

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin, Menpora Erick Thohir menyebut program ini merupakan inisiatif strategis hasil kolaborasi Kemenpora dengan NPC Indonesia serta berbagai pihak terkait untuk memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di Tanah Air.

Menurut dia, keberhasilan mencetak atlet disabilitas berprestasi tidak terlepas dari peran pelatih dan pendamping yang memiliki kompetensi khusus di bidang tersebut.

“Tidak mungkin ada pembangunan atlet dari daerah tanpa dikawal oleh figur-figur yang mengerti bagaimana melahirkan atlet,” kata Erick.

Ia menegaskan, program TOT ini bertujuan mencetak pelatih, pendamping, serta penggerak olahraga disabilitas yang kompeten dan tersertifikasi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem olahraga disabilitas sekaligus memperluas ruang lahirnya atlet potensial dari berbagai daerah.

Menpora juga menilai penguatan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam membangun sistem pembinaan berkelanjutan, mulai dari daerah hingga tingkat nasional.

Selain itu, program ini juga dinilai sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian terhadap pengembangan olahraga disabilitas, termasuk pembinaan berkelanjutan bagi atlet.

“Jangan sampai atlet-atlet ini hanya diingat ketika sedang berjaya, tetapi kalau sudah selesai hanya ucapan terima kasih saja yang diberikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun mengapresiasi langkah Kemenpora yang dinilai menjadi terobosan baru dalam penguatan pembinaan olahraga disabilitas di Indonesia.

Ia menyebut program TOT ini sebagai langkah fundamental yang pertama kali dilakukan secara sistematis untuk memperkuat ekosistem olahraga disabilitas nasional.

“Saat ini sudah kita lihat sendiri dan kita rasakan, ada fundamental yang dikerjakan beliau (Menpora Erick Thohir) di olahraga,” kata Senny.

Program ini diharapkan dapat terintegrasi dengan berbagai program NPC Indonesia sehingga pembinaan atlet disabilitas dapat berjalan lebih optimal dan mampu menghasilkan prestasi di tingkat internasional.