JAKARTA, CoverPublik.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar sesi pemaparan (pitching session) proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam rangkaian International Conference of Infrastructure (ICI) 2025 yang diselenggarakan di Ruang Murai, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jumat (13/6/2025).
Acara ini menjadi forum strategis mempertemukan pemerintah dengan mitra swasta dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur nasional secara berkelanjutan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencapai target infrastruktur yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Ia menyebut kebutuhan pembiayaan infrastruktur nasional mencapai Rp1.900 triliun, sementara kemampuan pembiayaan pemerintah hanya sekitar 60 persen.
“Kami memiliki 55 proyek dengan skema KPBU yang siap ditawarkan. Di forum ini, 9 proyek senilai Rp90 triliun akan dibuka untuk investasi. Mari kita bangun infrastruktur yang lebih cerdas, hijau, dan inklusif,” ujarnya.
Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur mewakili Kementerian PU dalam sesi ini, melalui Harya Muldianto dan Erna Wijayanti yang memaparkan proyek-proyek prioritas sektor sumber daya air dan jalan.
Harya menyampaikan potensi pembangunan pembangkit listrik tenaga air (hydropower) dan tenaga surya terapung (floating photovoltaic) di 5 bendungan, yakni Way Sekampung (Lampung), Tapin (Kalsel), Cipanas dan Leuwikeris (Jabar), serta Karalloe (Sulsel).
“Dari 259 bendungan yang dibangun, hanya 34 yang masuk RUPTL karena memiliki potensi kapasitas di atas 1 MW,” jelasnya.
Erna Wijayanti menambahkan, tiga proyek jalan tol juga dibuka untuk investasi: Tol Gilimanuk–Mengwi (Bali), Pejagan–Cilacap (Jateng), dan Sentul–Karawang (Jabar). Proyek-proyek ini dirancang untuk mendukung konektivitas dan arus logistik nasional.
Sementara itu, Irena Febriani dari Pemkot Balikpapan memaparkan proyek KPBU Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar yang akan menggunakan teknologi incinerator dan landfill mining, dengan masa konsesi 23 tahun.
Melalui forum ini, pemerintah berharap investor domestik dan asing tertarik menanamkan modal, guna mempercepat penyediaan layanan infrastruktur dasar yang handal, berkelanjutan, dan inklusif.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Masya Heri
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025










