Bengkulu, CoverPublik.com — Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I menggelar latihan kesiapsiagaan operasional bencana alam megathrust tahun anggaran 2026 di kawasan MD Land, Kota Bengkulu, Sabtu (18/4). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kunto Arief Wibowo.

Latihan ini melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana gempa megathrust.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen, Karo Ops Polda Bengkulu Kombes Pol Pontjo Soediantoko, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat, serta perwakilan instansi vertikal dan organisasi terkait lainnya.
Latihan diikuti oleh berbagai unsur pasukan dan relawan, termasuk TNI AD dan TNI AL, Brimob dan Polairud Polda Bengkulu, Basarnas, BPBD, Dinas Perhubungan, PMI, Damkar, PLN, BMKG, hingga perwakilan Pramuka.
Rangkaian kegiatan diawali dengan paparan mitigasi bencana dan simulasi kondisi darurat, dilanjutkan dengan pendirian posko, survei lokasi terdampak, serta pelaksanaan triase dan pertolongan pertama kepada korban.
Simulasi juga mencakup evakuasi korban dari bangunan, operasi penyelamatan di air, penanganan korban tertimbun, hingga distribusi logistik dan layanan kesehatan darurat. Selain itu, dilakukan pula simulasi evakuasi lanjutan, penanganan gangguan keamanan, hingga pemulihan pascabencana.
Sebagian skenario latihan juga dilaksanakan di Lapangan Merdeka dan Lapangan STQ UIN Bengkulu, termasuk proses evakuasi ke tempat aman, penanganan korban di tenda medis, trauma healing, serta distribusi bantuan menggunakan helikopter.
Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapan personel, kelengkapan sarana dan prasarana, serta efektivitas prosedur tetap dalam penanganan bencana. Selain itu, latihan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antarinstansi, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, maupun pemangku kepentingan lainnya.
Melalui latihan ini, seluruh unsur diharapkan mampu memahami peran dan tugas masing-masing dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pra-bencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.
Latihan kesiapsiagaan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan respons cepat terhadap potensi gempa megathrust, sehingga risiko korban jiwa dan kerugian materiil dapat diminimalkan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.










