
Bengkulu Utara, CoverPublik.com – Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, H. Viva Yoga Mauladi, M.Si melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lagita, Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Selasa (9/9/2025).

Kunjungan ini didampingi Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, SE, Wakil Gubernur Ir. H. Mian, serta Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, SE. Hadir pula jajaran Forkopimda, pejabat Pemkab, dan unsur pengamanan dari Polres Bengkulu Utara.
Dalam sambutannya, Wamen menegaskan pentingnya transmigrasi sebagai program strategis nasional yang tidak hanya memindahkan penduduk, tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi dan memperkuat persatuan bangsa.
“Transmigrasi adalah program untuk menyatukan keberagaman suku, adat, dan budaya. Perbedaan bukan untuk memecah, melainkan mempererat persatuan bangsa. Dari sinilah lahir kekayaan budaya Indonesia,” ujar Viva Yoga.
Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan tiga amanat penting terkait program transmigrasi. Pertama, menjaga integrasi nasional melalui perpindahan penduduk dan akulturasi budaya di daerah baru. Kedua, mengentaskan kemiskinan lewat reforma agraria. Ketiga, menjadikan kawasan transmigrasi sebagai lumbung pangan nasional.
“Mayoritas kawasan transmigrasi telah menjadi sentra pangan, termasuk Cahaya Baru yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi beras nasional,” jelasnya.
Wamen menambahkan, program transmigrasi kini bertransformasi pasca-Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009, di mana pemerintah daerah wajib menyiapkan lahan cadangan, sementara pemerintah pusat berperan dalam pemberdayaan ekonomi serta pembangunan infrastruktur.
“Transmigrasi tidak lagi sebatas memindahkan warga. Fokusnya pada penguatan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan industri agar manfaatnya dirasakan bukan hanya transmigran, tetapi juga masyarakat lokal,” tegasnya.
Untuk sektor pertanian, kata Viva Yoga, pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam penyediaan benih, pupuk, dan alsintan guna meningkatkan produktivitas. Ia juga menyebut para transmigran sebagai “pahlawan pangan” yang patut mendapat dukungan penuh negara.
“Warga transmigran adalah tulang punggung pembangunan pangan Indonesia. Dengan dukungan penuh, kita optimistis mereka menjadi kontributor utama dalam mewujudkan swasembada nasional,” pungkasnya.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025









