Jakarta, CoverPublik.com — Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) sebagai langkah jangka panjang menghadapi ancaman kenaikan permukaan air laut.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya usai Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono beserta jajaran menteri di Istana Merdeka Jakarta, Selasa.
Menurut Teddy, pembangunan giant sea wall menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat pesisir yang terdampak kenaikan muka air laut.
“Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan tanggul laut sebagai langkah jangka panjang untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai utara Pulau Jawa dari ancaman kenaikan permukaan air laut yang terus meningkat setiap tahunnya,” kata Teddy.
Ia menjelaskan pembangunan giant sea wall tidak hanya berfokus pada perlindungan kawasan pesisir, tetapi juga diarahkan untuk menjaga ketahanan lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Memastikan ketahanan lingkungan yang berkelanjutan untuk masa depan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain membahas pembangunan tanggul laut, rapat tersebut juga membahas perkembangan penanganan bencana di wilayah Sumatra, termasuk pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.
Dalam kesempatan itu, Teddy juga menyampaikan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan transportasi umum, khususnya sektor perkeretaapian.
Pemerintah, kata dia, akan mempercepat penertiban dan penutupan perlintasan sebidang kereta api, revitalisasi jembatan, hingga penyempurnaan teknologi transportasi.
“Di sektor perkeretaapian, pemerintah mempercepat berbagai pembenahan, mulai dari penertiban dan penutupan perlintasan sebidang kereta api, revitalisasi jembatan, hingga penyempurnaan teknologi,” katanya.
Ia menambahkan Presiden meminta seluruh upaya pembenahan infrastruktur dan keselamatan transportasi dilakukan secepat mungkin.
“Secara khusus, Presiden meminta agar upaya pembenahan ini bisa dilakukan secepat mungkin,” ujar Teddy.










