Pemkab Bengkulu Utara Bangun Pelabuhan Baru Rp250 Miliar, Target Dongkrak Ekonomi Daerah

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata saat meninjau Rumah Sakit (RS) Bergerak di Desa Malakoni, Puskesmas di Desa Apoho dan pustu di Kecamatan Enggano, Rabu (16/7/2025). (Foto Humas Pemkab Bengkulu Utara)

Bengkulu Utara, CoverPublik.com – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menyatakan akan segera membangun pelabuhan baru di Kecamatan Ketahun guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor logistik, dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, mengungkapkan proyek pembangunan pelabuhan tersebut digarap oleh investor dari PT Pelabuhan Internasional Ketahun, yang telah mengantongi izin resmi dan tengah menyelesaikan proses pembebasan lahan.

“Progres pembebasan lahan saat ini sudah mencapai sekitar 85 persen. Estimasi biaya pembangunan pelabuhan mencapai Rp250 miliar,” ujar Bupati Arie di Bengkulu Utara, saat dikonfirmasi Jumat (18/7/2025).

Pelabuhan ini dirancang untuk mendukung pengangkutan crude palm oil (CPO), terutama dari Bengkulu Utara dan Kabupaten Mukomuko, yang selama ini harus menempuh jarak lebih jauh ke Pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu.

Menurut Bupati, keberadaan pelabuhan baru akan memangkas biaya distribusi dan membuka peluang investasi baru, khususnya di sektor perkebunan dan industri pengolahan sawit. Ia juga optimistis pelabuhan ini akan menyerap tenaga kerja lokal dan memicu tumbuhnya ekonomi skala kecil di sekitar lokasi proyek.

“Dengan dibukanya aksesibilitas ini, saya meyakini pabrik-pabrik CPO akan berdiri di Bengkulu Utara. Harga TBS sawit akan lebih kompetitif, sehingga petani sawit juga akan merasakan dampak positifnya,” kata Arie.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bengkulu Utara, Budi Sampurno, menyatakan bahwa investor telah menyelesaikan tahapan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) darat pada Juni 2025.

“Selanjutnya, investor akan mengurus PKKPR laut, perizinan lingkungan, dan teknis lainnya,” jelas Budi.

Pemerintah daerah, lanjut Budi, memberikan dukungan penuh terhadap investasi sektor strategis seperti pelabuhan, dengan catatan seluruh proses perizinan wajib dipenuhi dan sesuai peraturan.

“Imbauan kami kepada seluruh investor, patuhi regulasi dan lakukan pelaporan investasi secara berkala. Ini penting agar kami bisa memantau perkembangan nilai investasi di wilayah ini,” pungkasnya.

Pewarta: Joni/Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025