Pemkab Rejang Lebong Gelar Orientasi PPPK Satpol PP 2025

Rejang Lebong, CoverPublik.com – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Satuan Polisi Pamong Praja resmi membuka Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Satpol PP Tahun Anggaran 2025. Kegiatan yang berlangsung di Balai Latihan Kerja Mandiri (BLKM) Rejang Lebong ini digelar selama dua hari, 25–26 November 2025.

Pembukaan dilakukan oleh Bupati Rejang Lebong, Fikri Thobari, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Rector Vande Armada. Sebanyak 41 peserta mengikutinya setelah dinyatakan lulus seleksi formasi PPPK Satpol PP tahun 2025.

Plt. Kasatpol PP Rejang Lebong, Anton Sefrizal, menyampaikan bahwa orientasi dilaksanakan berdasarkan PP Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja serta SK Bupati mengenai pengangkatan PPPK. Ia menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tugas pokok dan fungsi, visi–misi organisasi, serta nilai-nilai kedinasan Satpol PP.

Anton menyebut penguatan profesionalitas menjadi aspek mendasar karena Satpol PP bertugas menjaga ketertiban umum, ketenteraman masyarakat, dan perlindungan warga. Materi orientasi disampaikan oleh jajaran internal Satpol PP, BKPSDM, hingga Polres Rejang Lebong.

Dalam sambutan tertulis, Bupati Fikri memberikan selamat kepada para peserta dan menyebut kelulusan PPPK sebagai buah dari kesabaran panjang para tenaga honorer. Ia mengingatkan bahwa tugas Satpol PP menuntut kesiapan mental karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam berbagai situasi.

Bupati juga menyampaikan lima pesan yang harus dipegang setiap anggota Satpol PP, yakni bersikap sopan dan mengedepankan empati, menegakkan aturan secara tegas tanpa kekerasan, menjunjung disiplin ASN, meningkatkan kompetensi dan etika kerja, serta menjaga kejujuran dan integritas.

Ia menegaskan bahwa penerapan prinsip tersebut akan meningkatkan efektivitas penegakan peraturan daerah dan memperkuat citra pemerintah daerah.

Menutup arahannya, Bupati meminta seluruh peserta mengikuti proses orientasi secara serius agar siap menjalankan tugas setelah ditempatkan di lapangan. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas aparatur ketertiban umum menuju tahun anggaran 2026.