Bengkulu, CoverPublik.com – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit pneumonia yang rawan menyerang anak-anak usia dini. Imbauan ini dikeluarkan menyusul temuan 15 kasus pneumonia yang menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun sepanjang Januari hingga awal Juli 2025.
“Dalam periode Januari hingga awal Juli 2025 ditemukan sebanyak 15 anak balita di Kota Bengkulu yang terinfeksi penyakit pneumonia,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, di Bengkulu, Minggu (13/7).
Joni menjelaskan, pneumonia merupakan penyakit infeksi paru-paru yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, maupun mycoplasma. Infeksi tersebut menyebabkan peradangan pada alveoli atau kantung udara di paru-paru yang bisa terisi cairan, dan berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan serius.
“Jika anak mengalami batuk dan pilek berkepanjangan, disertai sesak napas dan demam, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Joni.
Pemkot Bengkulu mengimbau warga untuk menerapkan protokol kesehatan secara konsisten seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menghindari paparan polusi dan debu, serta menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area tempat tinggal anak-anak.
“Kami juga mengingatkan pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh anak,” tambahnya.
Joni menekankan bahwa seluruh biaya pengobatan pneumonia di fasilitas layanan kesehatan sudah ditanggung melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.
“Tidak perlu khawatir soal biaya, semua pengobatan termasuk pneumonia sudah ditanggung pemerintah melalui BPJS. Jadi segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit bila ada gejala,” tegasnya.
Sebagai perbandingan, pada 2024 tercatat 38 kasus pneumonia menyerang anak-anak di Kota Bengkulu, sementara pada 2023 jumlahnya mencapai 146 kasus. Pemerintah daerah berharap tren kasus dapat ditekan melalui edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025










