Coverpublik.com – pemerintah Provinsi Bengkulu memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj 1445 Hijriah. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, mengingatkan kepada umat muslim bahwa perayaan ini adalah saat yang tepat untuk melakukan introspeksi diri dan meningkatkan kualitas ibadah, iman, dan taqwa agar menjadi muslim yang lebih baik.(07/02/2024)
Acara peringatan Isra’ Mi’raj diadakan di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu dan dihadiri oleh Gubernur Rohidin Mersyah serta Ustad Dimas Rahman. Rohidin menyampaikan harapannya agar ibadah shalat masyarakat Bengkulu semakin meningkat dan memberikan berkah bagi daerah tersebut.
Selain itu, Rohidin juga menekankan pentingnya Ukhuwah Islamiyah, terutama di tengah suasana politik yang sedang berlangsung.
Ia berharap agar masyarakat Provinsi Bengkulu dapat menciptakan suasana pemilu yang kondusif dan damai. Menurutnya, hal tersebut merupakan esensi dari peristiwa Isra’ Mi’raj yang agung.

Ustad Dimas Rahman juga menyampaikan pesan yang sama dalam tausiyahnya. Ia menyebutkan bahwa Ukhuwah Islamiyah adalah salah satu pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa Isra’ Mi’raj yang dilakukan oleh manusia agung yang diciptakan oleh Allah.
“Dari peristiwa Isra’ Mi’raj, kita dapat belajar untuk mempererat tali persaudaraan. Mari kita jaga ukhuwah kita bersama dan jangan sampai terpecah belah oleh apapun,” ujar Ustad Dimas Rahman dalam ceramahnya di Masjid Raya Baitul Izzah.
Gubernur Rohidin juga menambahkan bahwa saat ini merupakan tahun politik yang sangat penting, sehingga menjaga Ukhuwah Islamiyah dan menciptakan suasana pemilu yang damai adalah hal yang sangat penting.
Dengan demikian, ia berharap agar masyarakat Bengkulu dapat menjadikan peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan.
Peringatan Isra’ Mi’raj ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Semoga peristiwa ini menjadi inspirasi bagi seluruh umat muslim untuk selalu mempererat persaudaraan dan menjaga kedamaian di tengah perbedaan.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Man Saheri











