Pj Walikota, Menghadapi Cuaca Ekstrem Tingkatkan kesiapsiagaan Seluruh Puskesmas

Pj Walikota Bengkulu Arif Gunadi bersama Pj Sekda Eka Rika Rino, Asisten I Eko Agusrianto, Asisten III Tony Elfian, Plt Kepala Dinkes Joni Haryadi Thabrani menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan seluruh kepala puskesmas se-Kota Bengkulu

Coverpublik.com – Pj Walikota Bengkulu Arif Gunadi bersama Pj Sekda Eka Rika Rino, Asisten I Eko Agusrianto, Asisten III Tony Elfian, dan Plt Kepala Dinkes Joni Haryadi Thabrani mengadakan rapat koordinasi (Rakor) dengan seluruh kepala puskesmas di Kota Bengkulu. Rapat ini bertujuan untuk membahas kesiapsiagaan seluruh puskesmas dalam menghadapi cuaca ekstrem, mengingat perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Pada kesempatan tersebut, Arif meminta seluruh puskesmas untuk turun ke masyarakat dan memberikan sosialisasi terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan agar dapat menghadapi perubahan cuaca dengan lebih siap. Kamis (11/1), di ruang rapat Balai Kota Merah Putih.

Sementara itu, Kadinkes Joni menghimbau masyarakat untuk melakukan kerja bakti atau gotong royong dalam membersihkan saluran air guna menghindari terjadinya banjir di wilayah Kota Bengkulu. Menurutnya, salah satu penyebab banjir di kota tersebut adalah saluran air yang penuh dengan sampah dan rumput liar.

Joni juga menjelaskan bahwa pada perubahan musim atau memasuki musim penghujan, penyakit yang sering muncul adalah demam berdarah, penyakit kulit, demam, flu, batuk, dan penyakit lainnya. Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi di fasilitas kesehatan yang ada.

Dinkes Kota Bengkulu mencatat bahwa pada tahun 2023, terdapat 48 kasus demam berdarah yang terkonfirmasi di wilayah tersebut. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 117 kasus pada tahun 2022. Namun, pihaknya tetap waspada karena Kota Bengkulu saat ini memasuki musim penghujan.

Joni juga menjelaskan bahwa penurunan kasus DBD pada tahun 2023 disebabkan oleh musim kemarau yang panjang. Namun, dengan memasuki musim penghujan, dikhawatirkan kasus DBD akan meningkat. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pencegahan dengan melakukan sosialisasi di fasilitas kesehatan yang ada.

Pewarta: Restu Edi
Editor: Man Saheri