Jakarta, CoverPublik.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan peningkatan kualitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara menyeluruh.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan arahan tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026.
“Pesan khusus Presiden di Hari Raya Idul Fitri agar BGN meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan layanan SPPG,” kata Dadan dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).
Menurut dia, Presiden juga meminta agar SPPG yang belum memenuhi standar operasional dihentikan sementara guna dilakukan pembenahan.
“SPPG yang kurang memadai agar ditutup sementara dan segera dilakukan peningkatan kualitas,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, BGN membentuk satuan khusus untuk memantau pelaksanaan sertifikasi di seluruh SPPG. Pada tahap awal, pengawasan difokuskan pada tiga sertifikasi utama, yakni Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), sertifikat halal, serta Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).
Ketiga sertifikasi tersebut menjadi dasar untuk menjamin keamanan, kebersihan, serta kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat.
“Setelah ketiga sertifikasi terpenuhi, akan dilanjutkan ke sertifikasi terkait kualitas sumber daya manusia SPPG, baik chef, penjamah makanan, maupun analisis lingkungan,” kata Dadan.
Ia menambahkan, administrasi sertifikasi akan menjadi acuan dalam penentuan klasifikasi atau gradasi SPPG guna menciptakan standar mutu yang terukur dan berkelanjutan.
Sambil menunggu terbentuknya lembaga akreditasi nasional, BGN juga membentuk tim klasifikasi internal yang bertugas melakukan penilaian awal sekaligus mempersiapkan sistem akreditasi yang lebih terstruktur.
Langkah tersebut dinilai sebagai strategi untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan optimal, aman, dan sesuai standar nasional maupun internasional.










