Bengkulu, CoverPublik.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong program listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu dengan mengusulkan ribuan sambungan baru ke pemerintah pusat.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu Rico Yulyana mengatakan pihaknya menargetkan pengajuan sebanyak 6.000 titik sambungan listrik gratis yang akan disampaikan ke Kementerian ESDM paling lambat akhir April 2026.
“Saat ini usulan yang akan kami naikkan sebanyak 6.000 titik. Paling lambat akan diajukan pada akhir April ke Kementerian ESDM,” kata Rico di Bengkulu, Sabtu.
Ia menjelaskan hingga saat ini sekitar 4.500 data calon penerima bantuan telah masuk dalam basis data, termasuk sebagian data masyarakat yang pada tahun sebelumnya belum menerima program serupa.
“Sekitar 4.500 data sudah terinput, termasuk sebagian data tahun lalu yang belum mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Rico menyebutkan pihaknya masih melakukan proses sinkronisasi data bersama kementerian untuk memastikan titik-titik yang benar-benar belum teraliri listrik, sehingga bantuan dapat tepat sasaran.
Program tersebut, lanjut dia, tidak difokuskan pada wilayah tertentu, melainkan berdasarkan usulan data dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
“Tidak ada fokus pada kabupaten tertentu, semua berdasarkan data yang masuk dari 10 kabupaten dan kota,” katanya.
Ia menambahkan sasaran utama program ini adalah rumah tangga miskin yang belum memiliki akses listrik. Untuk dapat diusulkan sebagai penerima, masyarakat harus melengkapi sejumlah persyaratan administrasi seperti fotokopi Kartu Keluarga (KK), KTP, serta rekomendasi dari kepala desa.
“Rekomendasi dari kepala desa penting untuk memastikan bahwa yang bersangkutan benar-benar warga setempat, tergolong tidak mampu, dan belum memiliki listrik,” jelas Rico.
Menurut dia, pada pelaksanaan sebelumnya masih ditemukan kendala berupa data yang tidak dapat diverifikasi karena persyaratan yang tidak lengkap, sehingga tidak dapat diproses lebih lanjut.
“Banyak yang tidak melengkapi syarat, sehingga tidak sempat diverifikasi. Jadi yang diprioritaskan adalah data yang lengkap,” katanya.
Dalam mekanismenya, Dinas ESDM akan mengusulkan data penerima ke Kementerian ESDM, sementara pemasangan jaringan listrik akan dilaksanakan oleh PT PLN di lapangan dengan sumber pendanaan dari APBN.










