Rejang Lebong, CoverPublik.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rejang Lebong memastikan daerah itu terpilih sebagai tuan rumah kegiatan Revitalisasi Tradisi Lisan se-Provinsi Bengkulu yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2025.
Plt Kepala Disdikbud Rejang Lebong, Zakaria Efendi, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempromosikan sekaligus merevitalisasi warisan budaya daerah, khususnya seni lisan dan pertunjukan tradisional.
“Kegiatan ini penting untuk menghidupkan kembali seni tradisi yang mulai terlupakan, terutama pantun, gurindam, dan cerita rakyat,” kata Zakaria di Rejang Lebong, Kamis.
Acara ini akan menghadirkan berbagai komunitas seni dan budaya dari kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu. Masing-masing daerah akan menampilkan beragam kesenian tradisional, baik dalam bentuk pertunjukan maupun pameran budaya. Kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran ide dan pengalaman antarpelaku seni di Bengkulu.
Revitalisasi Tradisi Lisan diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII Bengkulu dan bertempat di Balai Agung Lapangan Setia Negara Curup. “Kami bersyukur Rejang Lebong dipercaya menjadi tuan rumah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan kebudayaan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan komunitas seni daerah,” tegas Zakaria.
Lebih lanjut, Zakaria menambahkan, sebelumnya salah satu seni tradisi lisan Suku Rejang, Sastra Lisan “Nyambei”, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan pada sidang penetapan 5-11 Oktober 2025. Penetapan ini semakin memperkuat posisi Rejang Lebong sebagai daerah kaya warisan budaya.










