Bengkulu, CoverPublik.com – Turnamen Futsal Series tingkat SMA/SMK se-Provinsi Bengkulu yang berlangsung di Lapangan GOR Sportorium, Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Jumat (10/10), sempat diwarnai insiden kericuhan antar suporter usai laga terakhir malam hari. Panitia pun memutuskan menunda sisa pertandingan dan melarang kehadiran suporter di laga berikutnya.

Turnamen ini diikuti oleh puluhan tim pelajar dari berbagai kabupaten dan kota. Sejak pagi hingga malam, delapan pertandingan telah digelar.
Hasil pertandingan:
1. SMA 6 Seluma vs SMA 2 Bengkulu Utara (3–0)
2. SMAN Bengkulu Tengah vs SMA 3 Seluma (1–1)
3. SMKN 5 Bengkulu Utara vs SMAN 4 Kota Bengkulu (0–3)
4. SMKN 2 Bengkulu Utara vs SMKN 2 Kota Bengkulu (1–1)
5. SMAS Tenera vs SMA 6 Seluma (3–0)
6. SMKN 3 Seluma vs SMAN 1 Bengkulu Tengah (0–3)
7. SMA 12 Kota Bengkulu vs SMA 11 Kota Bengkulu (3–0)
8. SMAN 1 Kota Bengkulu vs SMA 3 Kota Bengkulu (0–3)
Kericuhan Usai Pertandingan Terakhir
Insiden terjadi sekitar pukul 20.30 WIB usai pertandingan antara SMAN 1 Kota Bengkulu dan SMA 3 Kota Bengkulu. Ketegangan bermula saat para suporter kedua tim keluar dari arena menuju area parkir. Aksi saling ejek berujung pada bentrokan fisik antar kelompok suporter.
“Kericuhan berhasil kami kendalikan bersama personel dari Polresta Bengkulu dan tim pengamanan internal. Tidak ada korban serius dalam kejadian ini, namun kami tetap meningkatkan pengamanan untuk mencegah insiden serupa,” ujar Koordinator Keamanan Turnamen, Iptu Arif Rahman dari Polresta Bengkulu, saat ditemui di lokasi.
Tiga Laga Ditunda, Suporter Dilarang Hadir
Merespons situasi yang memanas, panitia turnamen memutuskan untuk menunda tiga pertandingan sisa yang semula dijadwalkan Sabtu malam. Keputusan ini diambil setelah adanya koordinasi dengan aparat keamanan.
“Atas arahan dari Kapolresta Bengkulu, kami dari panitia memutuskan untuk menunda pertandingan malam ini dan akan melanjutkannya besok pagi tanpa kehadiran suporter,” ujar Ketua Panitia Turnamen, Andi Saputra.
Ia juga menegaskan bahwa turnamen ini bertujuan menumbuhkan semangat sportivitas dan persatuan antar pelajar.
“Kami sangat menyayangkan insiden ini. Harusnya ajang ini menjadi ruang membangun karakter dan persaudaraan, bukan sebaliknya. Kami harap seluruh tim dan pendukung bisa menjaga sikap,” tambahnya.
Lanjutan pertandingan akan digelar pada Minggu pagi (11/10), dengan penjagaan ketat dan tanpa penonton.










