BGN Janji Perbaiki Pengawasan Usai Insiden KLB MBG di Kabupaten Lebong

Wagub Mian Tinjau Korban Keracunan MBG di RSUD Lebong, Kamis (28/8).(Foto Dok. Humas Pemprov Bengkulu)

Bengkulu, CoverPublik.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf mendalam atas terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan 467 penerima manfaat mengalami keluhan kesehatan di Kabupaten Lebong, Bengkulu, Rabu (27/8).

“Atas nama Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas terjadinya KLB dalam Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Lebong,” kata Kepala Regional SPPG Provinsi Bengkulu, Gloria, dalam keterangan resmi, Senin (1/9).

Ia menegaskan, BGN bersama SPPG Bengkulu telah berkoordinasi dengan BPOM, Kepolisian, Dinas Kesehatan, serta Pemerintah Daerah untuk melakukan investigasi menyeluruh. “Sebagai langkah cepat, program MBG di SPPG Lebong Sakti Lemeu Pit dihentikan sementara hingga proses investigasi tuntas dan penyebab insiden dapat dipastikan,” ujarnya.

Gloria menambahkan, hasil investigasi akan ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan tegas agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami sangat memahami keresahan para penerima manfaat, terutama anak-anak dan orang tua yang terdampak. Untuk itu, sekali lagi kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya dan berkomitmen meningkatkan pengawasan, kualitas, dan keamanan pangan dalam program ini,” katanya.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menuturkan kondisi para penerima manfaat yang sempat dirawat kini sudah membaik. “Seluruh penerima manfaat yang sebelumnya dirawat di rumah sakit telah dipulangkan pada Minggu, 31 Agustus,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya kini menunggu hasil pengujian sampel makanan dari BPOM. “Dari investigasi sementara, SPPG Lebong Sakti Lemeu Pit perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta meningkatkan pengawasan mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi MBG,” ungkap Khairul.

BGN menegaskan komitmennya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG di seluruh Indonesia. “Melalui insiden ini, BGN bertindak tegas memperkuat pengawasan dan menegakkan pedoman pelaksanaan MBG demi menjamin keamanan pangan,” tegas Khairul.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025