
Jakarta, CoverPublik.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meminta tiga cabang olahraga yang masih mengalami dualisme kepengurusan, yakni tenis meja, tinju, dan anggar, untuk segera melakukan konsolidasi. Ia menegaskan penyelesaian dualisme perlu dirampungkan sebelum dirinya mengambil langkah intervensi pada Januari mendatang.
“Saya tunggu juga konsolidasi dari tiga cabang olahraga lainnya untuk selesaikan dualisme, sebelum saya ambil alih masalah ini di Januari,” kata Erick Thohir dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Ia menyampaikan apresiasi atas tuntasnya dualisme kepengurusan sepak takraw, setelah KONI menetapkan Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI) periode 2025–2029 yang dipimpin Surianto. Kepengurusan tersebut telah mendapat pengakuan dari Komite Olimpiade Indonesia serta Federasi Sepak Takraw Internasional (ISTAF).
Menpora juga telah menerima surat keputusan pengukuhan personalia PB PSTI dari KONI dan surat pengakuan dari KOI. Erick menyebut selesainya dualisme sepak takraw memberi sinyal positif bagi perkembangan olahraga nasional yang sempat dirugikan oleh konflik berkepanjangan.
“Satu per satu masalah dualisme selesai, dan ini menjadi sinyal positif bagi langkah olahraga Indonesia ke depannya. Semoga menjadi pertanda positif juga bagi prestasi kita di SEA Games,” ujarnya.
Namun demikian, Erick mengingatkan masih ada tiga cabang olahraga yang menghadapi dualisme kepengurusan. Ia berharap KONI, KOI, dan masing-masing induk cabor segera melanjutkan konsolidasi agar persoalan serupa dapat dituntaskan.
Menpora juga mendorong semua pihak terkait berpikir bersama mengenai peta jalan pembangunan olahraga nasional, termasuk penguatan 21 cabang olahraga unggulan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan peningkatan prestasi olahraga Indonesia di kancah regional dan internasional.
Ia menambahkan, Presiden telah memberikan perhatian besar terhadap kemajuan olahraga nasional, mulai dari pemberian bonus bagi peraih medali SEA Games, penetapan cabor unggulan, hingga rencana pembangunan akademi dan pusat pelatihan terbaik di Asia Tenggara.









