Rejang Lebong Gelar Pentas Seni Sanggar Bumei Pat Petulai

Caption foto: Pentas Seni Pat Petulai, Kabupaten Rejang Lebong (Foto/dok)

Coverpublik.com – Rejang Lebong memiliki banyak etnis dengan berbagai tradisi dan budaya yang berbeda. Malam ini DiSelenggarakan Pentas Seni Yang Sangat Megah. Pentas seni ini diselenggarakan oleh Sanggar Bumei Pat Petulai dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Bupati Rejang Lebong, Drs. H. Syamsul Effendi, MM, para kepala dinas, camat, kepala desa, serta perwakilan dari Kepala SPN dan Wadanyon A Pelopor. Tidak ketinggalan, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, Drs. Nurmantias, M.Si juga turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan bahwa pentas seni ini sangat penting bagi Rejang Lebong dalam menjaga, merawat, dan melestarikan budaya daerah. Rejang Lebong sendiri memiliki banyak etnis dengan berbagai tradisi dan budaya yang berbeda. Oleh karena itu, pentas seni ini menjadi salah satu upaya untuk mempromosikan dan melestarikan budaya lokal.

Awalnya, pentas seni ini seharusnya digelar di TMII Jakarta, namun karena keterbatasan anggaran, maka diputuskan untuk mengadakan acara ini di Pendopo Pat Petulai. Namun, bupati berharap tahun depan, acara ini dapat digelar di TMII dan berharap dukungan dari pihak DPRD untuk merealisasikan rencana tersebut.

Hj. Hartini Syamsul, M.Si selaku Ketua Sanggar Bumei Pat Petulai yang menggagas acara Gebyar Pentas Seni juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari semua pihak, terutama dari seluruh sanggar seni di kecamatan. Ia juga menegaskan bahwa pentas seni ini merupakan salah satu upaya untuk memacu kreativitas seniman dan melestarikan budaya lokal.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI, Drs. Nurmantias, M.Si juga memberikan apresiasi yang tinggi atas acara ini dan berharap nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga dan lestari.

Pentas seni dimulai dengan tarian spektakuler dari Sanggar Bumei Pat Petulai yang menampilkan “Tari Maso Besuko”. Tarian ini mengisahkan tentang kegembiraan bujang dan gadis dalam menyambut masa panen kopi dan padi yang melimpah. Tidak kalah menarik, Sanggar Putra Siliwangi Kecamatan Curup juga menampilkan tari Jaipong yang begitu memukau. Selain itu, tarian “Tari Melak Ton” dari Kecamatan Sindang Kelingi juga sangat dinamis dan menggambarkan keceriaan anak-anak saat menjemur padi.

Sanggar Binduriang juga turut menampilkan “Tari Panen Kopi” dan komposisi musik “Ketuk Kecitung” yang begitu memukau. Total terdapat 28 materi seni yang ditampilkan, termasuk 1 gitar tunggal, 1 komposisi musik “Ketuk Kecitung”, dan 19 jenis tarian tradisional dan kreasi tarian. Sanggar Bumei Pat Petulai sendiri menampilkan 7 tarian dan 1 komposisi musik, sedangkan 15 kecamatan masing-masing menampilkan 1 tarian atau musik tradisional.

Kepala Dinas Pora, Drs. Noprianto, M.Pd menjelaskan bahwa pentas seni ini benar-benar memukau dan menunjukkan kekayaan budaya dan seni yang dimiliki oleh Rejang Lebong. Ia berharap kegiatan ini dapat terus diadakan dan menjadi wadah untuk mempromosikan dan melestarikan budaya lokal yang begitu beragam.

Pewarta: Restu Edi
Editor: Man Saheri