Ajang Putra Putri Budaya Indonesia 2025 Jadi Panggung Generasi Muda Lestarikan Warisan Bangsa ‎

Yogyakarta, Coverpublik.com — Semangat pelestarian budaya bangsa menggema di Kota Pelajar. Ajang bergengsi Pemilihan Putra Putri Budaya Indonesia (PPBI) 2025 resmi dimulai pada Senin (14/10/2025) di Hotel Grand Serela Yogyakarta. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Reko Serasi, S.S., M.A., selaku Founder Putra Putri Budaya Indonesia, menandai dimulainya rangkaian acara tahunan yang bertujuan untuk mencari dan menumbuhkan generasi muda berkarakter, berprestasi, dan berbudaya dari seluruh penjuru Nusantara.

‎Ajang tahunan ini diikuti oleh perwakilan pemuda-pemudi terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia, yang hadir membawa semangat daerah masing-masing untuk bersatu dalam misi melestarikan dan mengembangkan kebudayaan nasional. Mereka tidak hanya berkompetisi untuk gelar, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.

‎Hari pertama kegiatan diisi dengan sesi pembekalan dan edukasi budaya yang menghadirkan dua narasumber terkemuka, yakni Aryanto Hendro Suprantoro, Kepala Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi (BPKSF) Dinas Kebudayaan DIY, serta Dr. R.B. Edi Pramono, S.S., M.A., akademisi dari Universitas Teknologi Yogyakarta.

‎Dalam pemaparannya, Aryanto Hendro menyoroti pentingnya Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai warisan dunia yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Ia mengajak para finalis untuk memahami makna filosofis di balik setiap simbol budaya. Sementara itu, Dr. Edi Pramono menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa.

‎“Bahasa adalah jiwa budaya. Jika bahasa punah, maka sebagian dari jati diri kita turut hilang,” ujarnya.

‎Founder Putra Putri Budaya Indonesia, Reko Serasi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata ajang kompetisi kecantikan dan ketampanan, melainkan wadah pembentukan karakter dan pengabdian budaya bagi generasi muda Indonesia.

‎“Putra Putri Budaya Indonesia adalah ruang bagi generasi muda untuk memahami, mencintai, dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kami berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pelestarian, pemanfaatan, perlindungan, dan pembinaan kebudayaan di seluruh daerah Indonesia,” ungkap Reko.

‎Lebih lanjut, ia berharap para peserta mampu menjadi duta budaya yang membawa semangat pelestarian ke tengah masyarakat, serta menginspirasi generasi muda lain untuk ikut menjaga warisan budaya bangsa.

‎Rangkaian kegiatan Putra Putri Budaya Indonesia 2025 akan berlangsung hingga 18 Oktober 2025, dengan Grand Final yang digelar pada 17 Oktober 2025 di Performance Hall Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

‎Pada malam puncak nanti, para finalis akan menampilkan kemampuan, gagasan, serta karakter terbaik yang mencerminkan keindahan dan keragaman budaya Indonesia. Acara ini juga akan dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bakhtiar Najamudin, Direktur Bina SDM, Pranata dan Lembaga Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Irini Dewi Wanti, serta perwakilan dinas dan tokoh nasional lainnya.

‎Dengan mengusung tema “Putra Putri Budaya Indonesia: Cerdas, Berkarakter, Berbudaya”, ajang ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat jati diri bangsa, memperluas wawasan kebudayaan, serta menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda Indonesia.