Tiga WNI Ditangkap di Makkah, Diduga Terlibat Penipuan Haji Ilegal

Jakarta, CoverPublik.com – Kementerian Luar Negeri RI menerima laporan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah terkait penangkapan tiga orang yang diduga warga negara Indonesia oleh aparat keamanan Arab Saudi di Kota Makkah, Selasa (28/4).

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan ketiganya diduga terlibat dalam praktik penipuan dan penggelapan layanan haji ilegal, termasuk melalui penyebaran iklan haji palsu di media sosial.

“Ketiganya diduga terlibat dalam praktik penipuan dan penggelapan terkait layanan haji ilegal, termasuk melalui penyebaran iklan layanan haji palsu di media sosial,” ujar Heni di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, aparat keamanan Arab Saudi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang, perangkat komputer, serta kartu haji yang diduga palsu. Dua dari tiga orang tersebut juga dilaporkan menggunakan atribut petugas haji Indonesia saat penangkapan.

Saat ini, pihak KJRI di Jeddah masih melakukan verifikasi identitas para terduga pelaku serta berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mengawal proses hukum lebih lanjut.

“KJRI di Jeddah sedang melakukan verifikasi identitas para pelaku dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan,” kata Heni.

Kemlu melalui KJRI juga mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah setempat terkait pelaksanaan ibadah haji, termasuk ketentuan bahwa ibadah haji hanya dapat dilakukan dengan izin resmi.

Heni menegaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi saat ini tengah memperketat penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran haji ilegal, termasuk praktik pemberangkatan jamaah tanpa izin resmi ke Kota Makkah.

Ia juga mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak mudah tergiur tawaran layanan haji tidak resmi, khususnya yang beredar melalui media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat agar memastikan seluruh proses ibadah haji dilakukan melalui jalur resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.