Bengkulu, CoverPublik.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Bengkulu. Peningkatan intensitas hujan ini dipicu oleh beberapa fenomena atmosfer, seperti bibit siklon tropis, tingginya kelembapan udara, serta pengaruh gelombang atmosfer.
Dalam laporan resminya, BMKG menyebut kondisi tersebut semakin diperkuat oleh fase menuju puncak musim hujan yang membuat dinamika cuaca menjadi tidak stabil. Potensi hujan lebat diprediksi dapat berlangsung selama dua hingga tiga hari ke depan. Adapun wilayah yang berada dalam daftar pantauan ketat meliputi Bengkulu, Lampung, Banten, NTB, Papua Tengah, DKI Jakarta, Pulau Jawa, Bali, Maluku, dan NTT.
Menanggapi peringatan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu I Made Ardana mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan mitigasi bencana secara mandiri, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
“Salah satu hal yang perlu disiasati adalah potensi banjir akibat curah hujan tinggi. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan pada musim penghujan nanti,” ujar Made, Jumat.
Selain imbauan kepada masyarakat, BPBD juga meminta pihak kecamatan untuk kembali menggalakkan agenda kebersihan lingkungan secara terjadwal. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko banjir dan masalah lingkungan lainnya. Made turut mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana lain seperti pohon tumbang dan badai. Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di luar ruangan apabila kondisi cuaca sedang ekstrem.
Saat ini BPBD bersama pemangku kepentingan terkait telah menyiagakan personel untuk memantau perkembangan situasi cuaca di lapangan. Masyarakat dapat mengakses informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG.










