Bengkulu Menempati Posisi 5 di Sumatera dan 27 Secara Nasional dari 90 Kota Inflasi

Rapat pembahasan program penanganan inflasi dan evaluasi pertumbuhan ekonomi serta sosialisasi metodologi pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Mukomuko

Coverpublik.com – Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu R.A Denny memimpin rapat pembahasan di Ruang Pola Setda Provinsi Bengkulu. Rapat ini membahas tentang program penanganan inflasi dan evaluasi pertumbuhan ekonomi serta sosialisasi metodologi pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Mukomuko.(16/1)

Bengkulu menempati posisi ke-5 dalam daftar kota dengan inflasi tertinggi di Sumatera dan posisi ke-27 secara nasional. Angka inflasi di Kota Bengkulu pada akhir tahun 2023 tercatat sebesar 0,24 persen. Sementara itu, secara tahunan (yoy), angka inflasi mencapai 3,09 persen.

Dalam rapat tersebut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu R.A Denny menyampaikan bahwa kelompok pengeluaran makanan dan minuman masih menjadi penyumbang angka inflasi tertinggi di Kota Bengkulu, yaitu sebesar 6,22 persen. Adapun komoditas beras menjadi penyumbang angka inflasi tertinggi sebesar 0,74 persen, diikuti oleh cabai merah sebesar 0,30 persen.

Untuk mengatasi masalah inflasi ini, R.A Denny mengusulkan beberapa program yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah. Pertama, pemerintah daerah dapat memperkuat pengawasan dan pengendalian harga bahan pokok, terutama beras dan cabai merah. Hal ini dapat dilakukan dengan memperkuat kerjasama dengan para pedagang dan produsen.

Selain itu, pemerintah daerah juga dapat meningkatkan produksi bahan pokok seperti beras dan cabai merah di daerah Kabupaten Mukomuko. Dengan demikian, pasokan bahan pokok dapat terpenuhi dan harga dapat stabil. Selain itu, pemerintah juga dapat memberikan pelatihan dan bantuan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas bahan pokok.

Rapat juga membahas tentang evaluasi pertumbuhan ekonomi di Kota Bengkulu. Meskipun angka inflasi masih tinggi, pertumbuhan ekonomi di Kota Bengkulu tercatat mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah dalam membangun perekonomian telah berhasil.

Namun, R.A Denny menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh berpuas diri dengan pencapaian ini. Masih ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, seperti meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat sektor pariwisata dan pertanian sebagai sektor unggulan di Kota Bengkulu.

R.A Denny menekankan pentingnya kerjasama dan koordinasi antara pemerintah daerah, para pedagang dan produsen, serta masyarakat dalam mengatasi masalah inflasi dan memperkuat perekonomian di Kota Bengkulu. Dengan bersama-sama bekerja keras, diharapkan Kota Bengkulu dapat mengatasi masalah inflasi dan terus mengalami pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pewarta: Restu Edi
Editor: Man Saheri