
Jakarta, CoverPublik.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menargetkan buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” dapat diakses secara digital dan gratis oleh masyarakat pada Februari 2026, setelah diluncurkan pada pertengahan Desember 2025.
Fadli Zon mengatakan saat ini masih berlangsung proses pengalihmediaan buku tersebut ke format digital yang membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan.
“Dan tentu ada proses pengalihmediaan. Jadi butuh waktu sekitar satu sampai dua bulan. Saya targetkan pada bulan Februari sudah bisa diakses,” kata Fadli Zon dalam sesi temu media di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan buku sejarah tersebut tidak dicetak secara massal karena pertimbangan efisiensi anggaran. Pencetakan dilakukan secara terbatas dan disesuaikan dengan kebutuhan.
“Pencetakan dilakukan sesuai keperluan, seperti untuk Perpustakaan Nasional, perpustakaan daerah, dan sejumlah perpustakaan perguruan tinggi. Untuk pencetakan yang sifatnya masif tidak dilakukan,” ujarnya.
Menurut Fadli Zon, masyarakat umum nantinya dapat mengakses buku sejarah tersebut secara gratis melalui laman resmi Kementerian Kebudayaan.
Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga akan memfasilitasi penulisan buku-buku sejarah tematik Indonesia, antara lain mengenai Kerajaan Majapahit, Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Samudra Pasai, hingga sejarah perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Tim penulisan untuk buku sejarah tematik ini akan dibentuk dalam waktu dekat,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan telah meluncurkan buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” pada Minggu (14/12/2025) sebagai bagian dari upaya merawat memori kolektif dan memperkuat jati diri bangsa.
Penulisan buku yang dimulai sejak Januari 2025 tersebut melibatkan 123 sejarawan dan ahli dari 34 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Buku yang terdiri atas 11 jilid itu memetakan perjalanan panjang bangsa Indonesia, mulai dari akar peradaban Nusantara, interaksi global dengan India, Tiongkok, Persia, Timur Tengah, hingga Barat, masa kolonial, pergerakan kebangsaan, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, konsolidasi negara, era Orde Baru, hingga reformasi dan konsolidasi demokrasi sampai tahun 2024.









