
Rejang Lebong, CoverPublik.com – Bupati Rejang Lebong HM Fikri Thobari membuka Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi bersama Universitas Diponegoro (Undip) di Ruang Pola Pemkab, Rabu (3/12/2025) pukul 09.00 WIB.

FGD turut dihadiri Asisten II Setdakab Iwan Sumantri; Kadis Kominfo Upik Zumratul Aini; Kadis Nakertrans M. Andhy Afriyanto; Kadis Perindagkop dan UKM Anes Rahman; Plt Kepala Bappeda Afreda Rotua Purba, serta jajaran organisasi perangkat daerah terkait.
Narasumber utama kegiatan, Ar. Mohammad Nur Dita Nugroho, memaparkan materi perencanaan kawasan. Selain itu, Tim Ekspedisi Patriot Undip menyampaikan hasil riset akhir melalui presentasi dua ketua tim, yaitu Dimas Aldi Wicaksono yang membahas rekomendasi untuk kawasan transmigrasi Padang Ulak Tanding, serta Rosyida yang memaparkan desain pengembangan komoditas unggulan.
Bupati Fikri dalam sambutannya mengapresiasi Kementerian Transmigrasi dan Undip atas pelaksanaan riset komprehensif di kawasan transmigrasi Bukit Merbau. Ia menilai hasil penelitian ini penting sebagai bahan kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
“Hasil riset ini diharapkan membantu peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi. Kami berharap rekomendasi dari Ekspedisi Patriot dapat menjadi pertimbangan dalam kebijakan Pemkab ke depan,” ujar Bupati Fikri.
Ia mengakui masih terdapat persoalan infrastruktur, terutama akses jalan, di berbagai lokasi transmigrasi. Pemkab juga tengah mendorong peningkatan akses di jalur Kasie Kasubun–Blumai serta pembangunan lanjutan jalan Padang Ulak Tanding–Bukit Batu sepanjang 6 km, di mana baru 1,4 km yang terealisasi melalui bantuan Kementerian Transmigrasi.
Selain itu, kawasan transmigrasi Tanjung Gelang di Kecamatan Kota Padang tengah menjadi lokasi cetak sawah baru seluas 617 hektare yang ditargetkan selesai dan mulai ditanami pada Desember. Rejang Lebong juga mendapat tambahan program cetak sawah seluas 470 hektare dari Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu.
Kadis Nakertrans M. Andhy Afriyanto menjelaskan sejarah penempatan transmigrasi di Rejang Lebong yang telah berlangsung sejak 1983. Selama periode 1983–2016 terdapat 18 lokasi transmigrasi dengan total 2.577 kepala keluarga atau 10.162 jiwa yang tersebar di lima kecamatan.
Tahun ini, Rejang Lebong menerima bantuan infrastruktur berupa pembangunan jalan 1,4 km menuju UPT Bukit Merbau, sarana air bersih, toilet, serta rehabilitasi tiga ruang belajar SD dan SMP.
Andhy menambahkan bahwa Ekspedisi Patriot Undip merupakan program Kementrans RI tahun 2025 yang berlangsung di 156 lokasi transmigrasi. Di Rejang Lebong, tim melaksanakan riset sejak Agustus hingga Desember 2025 untuk mengkaji potensi wilayah serta merancang model pembangunan ekonomi yang inklusif.
Ketua Tim II, Rosyida, menjelaskan bahwa riset di kawasan transmigrasi Bukit Batu mencakup identifikasi komoditas unggulan, evaluasi ekonomi, hingga kondisi infrastruktur. Ia menilai program pengembangan ekonomi berbasis UMKM, pertanian, perkebunan, dan perikanan yang dijalankan pemkab dapat menjadi pendorong kemajuan masyarakat transmigrasi.
“Kami melihat kebijakan pengembangan ekonomi yang sedang digulirkan bupati. Ke depan, warga transmigrasi dapat menjadi simpul penguatan ekonomi Rejang Lebong,” kata Rosyida. Ia juga mengingatkan pentingnya mitigasi risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan.
Pada akhir kegiatan, Tim Ekspedisi Patriot Undip menyerahkan cinderamata kepada Bupati Rejang Lebong sebagai penutup rangkaian FGD.









