Coverpublik.com Banjar Tangtu, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur saat malam pergantian tahun. Puluhan orang dari dua kelompok warga yang berasal dari pulau Sumba dan Flores terlibat keributan yang mengakibatkan tiga motor milik pecalang terbakar.
Keributan ini bermula saat kedua kelompok warga tersebut merayakan pergantian tahun bersama di sebuah rumah kos. Kelompok warga Sumba yang terdiri dari 25 orang datang ke tempat tersebut sejak pukul 17.00 Wita. Mereka membuat acara bakar-bakar ikan sambil minum bir untuk merayakan pergantian tahun.
Namun, di tempat yang sama, ada juga kelompok warga Flores yang mengadakan acara yang serupa. Mereka menempati 22 kamar dengan total 44 orang di dalamnya. Tidak ada masalah yang muncul saat awal kedatangan kedua kelompok ini.
Namun, keadaan berubah ketika terjadi pertengkaran antara suami dari Novitasana, salah satu warga Flores, dan adiknya sekitar pukul 22.00 Wita. Pertengkaran ini dipicu oleh masalah sepele, yaitu rokok. Meskipun sempat dilerai oleh salah seorang warga Flores, namun pertengkaran ini tetap berlanjut karena cara peleraian yang kurang sopan.
Akibatnya, pertengkaran melibatkan kedua kelompok warga. kelompok warga Sumba yang merasa tidak puas dengan cara peleraian tersebut mendekati kelompok warga Flores. Pertengkaran semakin meluas dan keduanya saling adu mulut.
Di tengah keributan ini, pecalang Banjar Tangtu datang untuk meminta kedua kelompok ini keluar dari TKP karena membuat keributan. Salah satu anak kos di lokasi pun ditangkap oleh pecalang. Namun, anak-anak warga Sumba merasa tidak terima dan menyerang balik para pecalang. Alhasil, para pecalang kabur dan tiga motor mereka dibakar di depan kos.
Tidak hanya itu, kelompok warga Sumba juga melempari kaca jendela dan menjatuhkan semua sepeda motor milik kelompok warga Flores. Setelah itu, kelompok warga Sumba meninggalkan lokasi dan beberapa di antaranya berhasil di amankan polisi.
Pewarta: Restu Edi
Editor: Man Saheri










