
Seluma, CoverPublik.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seluma akan membangun satu Puskesmas Pembantu (Pustu) baru dan merehabilitasi Tujuh Pustu lainnya pada tahun 2025.
Proyek ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 7 miliar, yang juga mencakup program penyediaan air bersih, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta pengadaan lainnya.
Pustu baru akan dibangun di Desa Padang Capo Ulu, Kecamatan Lubuk Sandi, dengan alokasi anggaran Rp 700 juta. Sementara itu, Tujuh Pustu yang akan direhabilitasi berada di Desa Air Kemuning, Kecamatan Sukaraja; Desa Padang Capo Ilir, Kecamatan Lubuk Sandi; Desa Air Periukan, Kecamatan Air Periukan; Kelurahan Talang Dantuk, Kecamatan Seluma; Desa Tanjung Seluai, Kecamatan Seluma Selatan; Desa Purbo Sari, Kecamatan Seluma Barat; dan Desa Mekar Jaya, Kecamatan Ulu Talo.
“Untuk alokasi anggaran sekitar Rp 390-400 juta untuk rehabilitasi masing-masing Pustu, sementara pembangunan Pustu baru di Padang Capo Ulu menghabiskan Rp 700 juta lebih. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap lelang konsultan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Seluma, Rudy Sawaludin. Kamis, 6 Februari 2025.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 lalu, Dinas Kesehatan Seluma mendapatkan DAK sebesar Rp 44 miliar lebih. Besarnya anggaran tersebut dipengaruhi oleh pembangunan beberapa Puskesmas induk serta pengadaan alat kesehatan (Alkes).
“Tahun lalu, ada pembangunan Puskesmas induk dan pengadaan alkes yang bersumber dari DAK. Sedangkan tahun ini, pengadaan alkes dilakukan langsung oleh pemerintah pusat dan tidak ada pembangunan gedung Puskesmas induk yang baru. Inilah yang menyebabkan penurunan signifikan pada besaran DAK tahun ini,” jelas Rudy.
Lebih lanjut, Rudy menambahkan bahwa saat ini 22 Puskesmas induk di Kabupaten Seluma telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Hal ini diharapkan dapat menunjang peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Melalui pembangunan dan rehabilitasi Pustu ini, kami berharap akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Seluma semakin merata dan berkualitas, terutama di daerah yang masih membutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih baik,” tutupnya.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Masya Heri









