Fajar Bustomi Nilai Platform Streaming Buka Peluang Film Indonesia Tembus Pasar Global

Sutradara Fajar Bustomi. (Foto Dok. Akun Instagram @fajarbustomi)

Jakarta, CoverPublik.com – Sutradara Fajar Bustomi menilai kehadiran berbagai platform streaming membuka peluang lebih luas bagi para pembuat film Indonesia untuk menjangkau pasar hiburan global dan penonton internasional.

Menurut Fajar, platform digital memungkinkan karya sineas Indonesia ditonton oleh masyarakat di luar negeri tanpa batasan geografis, seiring perubahan pola konsumsi hiburan yang semakin mengandalkan layanan daring.

“Platform streaming memudahkan untuk mempertontonkan karya Indonesia agar penonton di luar negeri bisa menontonnya secara online,” kata Fajar saat dihubungi ANTARA, Jumat.

Sutradara film Dilan 1991 itu juga menyebutkan bahwa platform streaming memberikan ruang baru bagi penonton untuk menikmati kembali film-film lama yang sudah tidak lagi diputar di bioskop. Kondisi tersebut dinilai memberi nilai tambah bagi industri film nasional.

Ia menambahkan, kehadiran platform streaming berpotensi mendorong peningkatan produksi film dalam negeri. Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 285 juta jiwa merupakan pasar yang sangat besar bagi industri hiburan digital.

“Artinya Indonesia menjadi pasar besar bagi platform streaming, sehingga permintaan terhadap film-film lokal juga akan meningkat. Saat ini budaya menonton televisi mulai ditinggalkan, bergeser ke perangkat mobile dan telepon pintar,” ujar Fajar.

Fajar Bustomi dikenal sebagai sutradara sejumlah film populer seperti Surat Kecil untuk Tuhan (2017), Dilan 1990 (2018), Dilan 1991 (2019), hingga Buya Hamka (2023). Ia optimistis perkembangan platform streaming dapat menjadi momentum bagi perfilman Indonesia untuk terus berkembang dan bersaing di pasar global.