Mukomuko, CoverPublik.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan pekerjaan pembangunan jalan yang bersumber dari dana Instruksi Presiden (Inpres) di daerah tersebut telah selesai 100 persen.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko Apriansyah mengatakan pembangunan jalan Inpres tahun 2025 dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kecamatan Ipuh dan Kecamatan Penarik, dan telah rampung sejak Desember 2025.
“Pembangunan jalan Inpres di Mukomuko tahun 2025 di dua lokasi, yakni di Kecamatan Ipuh dan Kecamatan Penarik, pembangunannya sudah selesai sejak bulan Desember 2025,” kata Apriansyah dalam keterangannya di Mukomuko, Kamis.
Ia menjelaskan, masing-masing ruas jalan yang dibangun memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer dengan anggaran sekitar Rp5 miliar per ruas. Anggaran tersebut lebih kecil dibandingkan rencana awal yang menargetkan pembangunan jalan sepanjang lima kilometer dengan estimasi biaya sekitar Rp19 miliar per ruas.
Menurut dia, penyesuaian panjang jalan dilakukan karena keterbatasan waktu dan proses administrasi anggaran dari pemerintah pusat.
“Awalnya panjang jalan itu lima kilometer, lalu digeser kemungkinan menjadi tiga kilometer, namun seiring waktu berjalan dan proses pergeseran menunggu DIPA pusat, sementara waktu terbatas, sehingga panjangnya menjadi 1,5 kilometer,” ujarnya.
Untuk tahap selanjutnya, pihaknya telah kembali mengusulkan penambahan panjang jalan melalui skema Inpres agar dapat mencapai target awal sepanjang lima kilometer.
“Ruang pengusulan kembali sudah dibuka dan kami sudah menyampaikan usulan kembali minggu lalu,” katanya.
Namun demikian, realisasi penambahan panjang jalan tersebut masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
Pemerintah daerah berharap pemerintah pusat dapat kembali mengalokasikan anggaran Inpres untuk menambah panjang jalan penghubung desa, khususnya di wilayah terpencil, guna memperlancar transportasi darat masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
Dua ruas jalan yang telah dibangun tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan selama belasan hingga puluhan tahun, sehingga sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama pada musim hujan.
Sementara itu, masyarakat Desa Manunggal Jaya di Kecamatan Ipuh serta warga di Kecamatan Penarik berharap pembangunan jalan penghubung desa mereka dapat dilanjutkan pada 2026.










