Bengkulu, CoverPublik.com – Pemerintah Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terus mengintensifkan operasi dan razia malam hari, terutama terhadap warung remang-remang, guna menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat menjelang bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu Sahat Marilutua Situmorang di Bengkulu, Selasa, mengatakan razia tersebut dilakukan sebagai upaya penegakan Peraturan Daerah tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum sekaligus menjaga kondusivitas wilayah menjelang Ramadhan yang diperkirakan mulai pada Februari 2026.
Ia menjelaskan, pihaknya menindaklanjuti laporan masyarakat terkait sejumlah tempat usaha yang diduga menyalahgunakan izin operasional. Modus yang ditemukan antara lain usaha yang mengaku sebagai pengumpul barang bekas atau warung makan, namun dalam praktiknya menjual minuman keras dan menyediakan pendamping tamu.
“Masyarakat melapor bahwa ada usaha yang mengaku pengumpul barang bekas atau warung makan, tetapi praktiknya menjual miras dan menyediakan pendamping tamu. Kami ingatkan, Kota Bengkulu memiliki perda yang wajib dipatuhi,” kata Sahat.
Menurut dia, Pemkot Bengkulu tidak akan memberikan toleransi terhadap tempat usaha yang menyalahgunakan izin serta berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan warga.
Sahat juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif menjaga lingkungan dengan melaporkan aktivitas mencurigakan melalui saluran pengaduan resmi atau berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan setempat.
Sementara itu, Satpol PP Kota Bengkulu telah melakukan pembongkaran terhadap sejumlah warung remang-remang di Kecamatan Muara Bangkahulu pada Senin (5/1) malam. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan praktik manipulasi perizinan yang mengejutkan, karena salah satu bangunan yang dirazia tercatat memiliki dokumen izin sebagai gudang.
Temuan tersebut, kata Sahat, menjadi dasar bagi Pemkot Bengkulu untuk meningkatkan pengawasan perizinan usaha dan memperkuat penegakan perda demi menjaga ketertiban umum, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.










