Seluma, CoverPublik.com – Kerusakan Jembatan Matan di Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, Bengkulu, terus menuai sorotan masyarakat setelah infrastruktur tersebut amblas hanya dua bulan usai diresmikan.
Jembatan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp16 miliar itu merupakan akses utama penghubung Kecamatan Ilir Talo dengan pusat Kota Tais. Ambruknya sebagian lantai jembatan menimbulkan kekhawatiran warga serta memicu dugaan adanya masalah pada kualitas konstruksi.
Sejumlah warga menilai material yang digunakan dalam pembangunan jembatan tidak sesuai standar. Agus, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kondisi bagian dalam jembatan diduga tidak menggunakan material yang semestinya.
“Kalau dilihat, materialnya tidak bagus, tidak ada besi dan hanya ditimbun pasir, bukan material padat seperti yang seharusnya,” kata Agus.
Ia juga menyebutkan bahwa kondisi jembatan saat ini mengalami penurunan sekitar 5 hingga 7 sentimeter dan telah memakan hampir separuh badan jalan, sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
Agus meminta agar pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam proses pembangunan.
“Kami minta ada pemeriksaan terhadap pihak yang bertanggung jawab, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya mengimbau para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi jembatan tersebut guna menghindari risiko kecelakaan.
Kerusakan pada Jembatan Matan yang baru diresmikan pada awal Februari 2026 tersebut menambah daftar infrastruktur yang dipertanyakan kualitasnya, sekaligus mendorong perlunya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek pembangunan di daerah.










