Kabar Baik, KM Althaf GT 21 yang Hilang Kontak Ditemukan, Seluruh Penumpang Selamat

Kabar menggembirakan datang dari upaya pencarian kapal nelayan KM Althaf GT 21 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di Perairan Laut Bengkulu.

Bengkulu, CoverPublik.com  — Kabar menggembirakan datang dari upaya pencarian kapal nelayan KM Althaf GT 21 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di Perairan Laut Bengkulu. Kapal tersebut akhirnya berhasil dihubungi dan seluruh penumpangnya dalam keadaan selamat.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa KM Althaf mengalami kerusakan mesin saat berada di wilayah perairan Benkunat, Provinsi Lampung. Kerusakan tersebut menyebabkan kapal terombang-ambing di laut dan tidak dapat menjalin komunikasi selama beberapa hari terakhir. Saat ini, proses penjemputan sedang dilakukan dengan melibatkan kerja sama antara pihak keluarga, instansi terkait, serta Basarnas Lampung.

Kepastian mengenai keselamatan seluruh penumpang kapal disambut haru oleh keluarga dan masyarakat, terutama yang berada di Pelabuhan Pulau Baai dan Pulau Enggano. Mereka sejak awal telah menunjukkan kepedulian dan partisipasi dalam proses pencarian melalui pelaporan dan komunikasi aktif dengan pihak berwenang.

Sebelumnya, KM Althaf GT 21 dikabarkan hilang kontak sejak Sabtu, 24 Mei 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal tersebut berangkat dari dermaga Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu, menuju Pulau Enggano. Kapal bertujuan untuk mengambil hasil kebun berupa pisang dan juga hasil tangkapan ikan dari masyarakat setempat.

Dalam pelayaran tersebut, kapal membawa total 8 orang, terdiri dari 1 kapten kapal, 2 anak buah kapal (ABK), dan 5 penumpang lainnya. Berdasarkan estimasi normal, perjalanan dari Pulau Baai ke Pulau Enggano memakan waktu sekitar 12 hingga 15 jam dalam kondisi cuaca baik. Namun, hingga Senin, 26 Mei 2025, kapal belum juga tiba di tujuan dan tidak dapat dihubungi, sehingga dilaporkan sebagai hilang kontak.

Kabar hilangnya kapal sempat menimbulkan kekhawatiran dan keresahan di tengah masyarakat, terutama keluarga korban. Berbagai pihak, termasuk Basarnas, pemerintah daerah, dan nelayan lokal ikut terlibat dalam proses pencarian dan pelacakan rute kapal.

Dengan telah ditemukannya kapal dan penumpang dalam kondisi selamat, diharapkan proses evakuasi dan perbaikan kapal dapat berjalan lancar. Pihak berwenang juga mengimbau agar seluruh armada nelayan lebih memperhatikan kondisi teknis kapal sebelum berlayar serta melengkapi peralatan komunikasi untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Masya Heri
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025