Jakarta, CoverPublik.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menyatakan bahwa struktur lengkap kepengurusan partai, termasuk Dewan Pembina, Dewan Pakar, dan DPP, akan diumumkan dalam waktu dekat. Hal ini diungkapkan Kaesang dalam konferensi pers di Kantor DPP PSI, Senin (28/7).
“Untuk pos Dewan Pembina akan segera diumumkan. Insya Allah dalam waktu satu bulan ini semuanya akan kami rilis, mulai dari Dewan Pembina, DPP, hingga Dewan Pakar,” ujar Kaesang.
Menariknya, Kaesang mengisyaratkan bahwa akan ada figur penting yang menduduki posisi Ketua Dewan Pembina, berinisial “J”. Saat ditanya apakah sosok tersebut adalah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, Kaesang tidak memberikan konfirmasi maupun bantahan.
“Nanti dilihat saja, biar penasaran,” ujarnya sambil tersenyum.
Isu bergabungnya Jokowi ke PSI bukan hal baru. Sebelumnya, mantan Wali Kota Solo itu sempat disebut-sebut bakal mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSI. Namun, ia mengaku belum memiliki dukungan cukup dari DPW dan DPD PSI, meski beberapa daerah sudah menyatakan dukungan.
“Ya, satu dua dukungan sudah ada, tapi belum cukup,” ujar Jokowi saat ditemui di Solo, 13 Juni lalu.
Proses pemilihan Ketua Umum PSI sendiri dilakukan secara daring, dan Jokowi menyebut pentingnya menghitung kekuatan dari bawah. Namun, setelah Kaesang resmi mendaftar sebagai calon ketua umum pada 21 Juni 2025, Jokowi tidak melanjutkan niatnya.
Kendati belum secara resmi bergabung, Jokowi terus menunjukkan kedekatannya dengan PSI. Saat Kongres PSI pada 19 Juli 2025, ia menyatakan dukungan penuh terhadap partai yang kini dipimpin putranya tersebut.
“Oleh sebab itu, saya akan full mendukung PSI,” ujar Jokowi, yang disambut riuh tepuk tangan kader.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk bekerja keras demi membesarkan PSI. Dalam pidatonya, Jokowi optimistis PSI akan menjadi partai besar, meskipun tidak dalam waktu dekat.
“Feeling saya, PSI akan mulai menunjukkan kekuatan besar pada 2034,” ujarnya.
Jokowi juga menekankan pentingnya soliditas mesin partai. “Kalau mesinnya tidak ada, bagaimana menggerakkan? Kalau mesin sudah siap, tinggal pikirkan bensinnya. Dan bensin itu datang dari anggota,” katanya.
Meski demikian, saat ditanya langsung apakah telah diajak bergabung sebagai Ketua Dewan Pembina oleh Kaesang, Jokowi hanya menjawab singkat, “Belum. Tanyakan ke PSI.”
Spekulasi publik pun terus berkembang. Akankah Jokowi benar-benar masuk struktur PSI? Ataukah ini strategi membangun daya tarik politik partai menjelang 2029?
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025










