Korda Bem Si Bengkulu : Jaga Persatuan dan Jaga Kondusifitas Selama Bulan Suci Ramadhan

Bengkulu, CoverPublik.com – Momentum bulan suci Ramadan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan kualitas keimanan. Secara khusus, masyarakat Provinsi Bengkulu, diajak untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana introspeksi diri dan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

Dalam Kesempatan tersebut Kelvin selaku Korda Bem Si Bengkulu mengajak kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, serta menghindari segala bentuk provokasi yang dapat memicu konflik di tengah kehidupan bermasyarakat, Senin 9 Maret 2026.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif demi kebaikan bersama.

Menurut Kelvin Malindo, potensi gangguan keamanan bisa muncul dari hal-hal kecil, mulai dari provokasi di media sosial, kesalahpahaman antar kelompok, hingga narasi yang dapat memecah belah masyarakat.

“Mari bersama-sama kita ciptakan kondisi yang aman bagi warga yang beraktivitas, aman bagi pengguna jalan, pelaku usaha, rumah ibadah, hingga aman di ruang digital,” kata dia.

Upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci utama dalam menjaga keteduhan wilayah, terlebih menjelang Idul Fitri saat aktivitas masyarakat meningkat. Ujar Kelvin.

Dia menekankan tiga hal utama bagi seluruh elemen masyarakat yang ada di wilayah Bengkulu. Pertama, menjadi teladan ketertiban di lingkungan masing-masing dengan mematuhi aturan, menjaga sikap di ruang publik dan etika di ruang digital, serta menghindari konvoi liar maupun tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

Kedua, menolak dan menghentikan penyebaran provokasi, hoaks, ujaran kebencian, serta ajakan kekerasan. Mari kita jaga Persatuan dan kesatuan.

“Jadi masyarakat diimbau untuk menyaring informasi sebelum membagikan, memeriksa sumber, dan memastikan kebenarannya agar ruang digital tetap sehat dan tidak menjadi pemicu konflik di lapangan,” katanya.

Ketiga, lanjut dia, mengutamakan musyawarah dan komunikasi yang menyejukkan dalam menyelesaikan setiap persoalan, baik di lingkungan perumahan, tempat usaha, rumah ibadah maupun ruang publik.

Kelvin juga menyinggung dinamika global yang saat ini dinilai tidak dalam kondisi baik dan berpotensi memberikan implikasi terhadap situasi dalam negeri. Oleh karena itu, menurutnya, soliditas dan persatuan nasional menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Dengan terjaganya iklim demokrasi yang sehat serta situasi kamtibmas yang kondusif, Kita optimistis visi besar Indonesia Emas 2045 dapat terwujud melalui kerja sama dan persatuan seluruh elemen bangsa.