Lebih Dekat, Mengenal Sunat Bayi!

dr. Kozzy, Sp.BA (RSIA Bina Medika) di Jakarta, Jumat (26/01/2024). Dok. Yulisman/Coverpubli.com

Bersama dr. Kozzy. Sp.BA dan Doodle Exclusive Baby Care

Doodle.id, Coverpubik.com – Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, sunat merupakan prosedur wajib yang harus dilakukan oleh pria. Biasanya, pria melakukan sunat saat usianya anak-anak atau memasuki masa remaja. Namun, pada kondisi tertentu, banyak pria yang disunat sejak ia masih bayi. Namun, benarkah dokter menganjurkan agar sunat dilakukan ketika mereka masih bayi? Berikut penjelasannya bersama Doodle Exclusive Baby Care.

Seberapa penting sunat untuk bayi? Dalam wawancaranya, dr. Kozzy. Sp.BA mengatakan sebelumnya orang tua harus tau sunat itu perlunya buat apa? Sunat itu membuang kulup penis. Kulup penis ini dibuang dengan tujuan supaya mudah membersihkan bagian dalam. Ketika dalam kondisi penisnya kulupnya sempit dan sulit ditarik atau biasa disebut dengan istilah fimosis.

“Kondisi ini sering terjadi pada bayi yang baru lahir secara fisiolis, atau anak-anak yang sering mengalami infeksi berulang pada kulupnya bisa menjadi fimosis. Fimosis terjadi ketika kulup penis susah untuk ditarik sehingga susah dibersihkan akibatnya akan kotor. Kulit kan berganti sehingga menumpuk kuman akan berkembang diarea itu,” terangnya.

Dokter Kozzy juga menambahkan ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan tindakan sunat pada bayi. Sebelum disunat lakukan pemeriksaan fisik, pastikan penis bayi dalam kondisi normal, bukan penis yang tidak normal dengan ciri-ciri penis bengkok, lubang kencing dibawah bukan diujung atau dengan istilah hipospadia. Dalam kondisi ini tidak diperbolehkan sunat.

“Berbicara pada bayi, akan dilakukan bius lokal karena bayi belum merasakan nyeri. Sebelum tindakan dilakukan juga cek darah. Semua tindakan bedah akan terjadi luka, pada luka tersebut harus terjadi pembekuan darah yang baik. Ada potensi dimana anak laki-laki terjadi hemofilia kondisi Dimana darah susah membeku,” ungkapnya.

Laki-laki yang berprofesi sebagai Dokter Spesialis Bedah Anak ini mengungkapkan jika dalam sunat, bayi lebih gampang untuk disunat. Karena bayi cenderung ingin digendong. Selama tindakan bayi akan dibaringkan, akan dibuat lapar dengan dipuasakan selama 2 jam sebelum sunat. Tetapi saat tindakan pelan-pelan akan diberikan minum supaya fokus dengan minum sehingga dokter lebih tenang saat mengerjakan.

“Merawat pasca sunat bayi jauh lebih gampang, kalau sudah agak besar akan susah membersihkan. Kalau bayi akan pasrah dan mudah dibersihkan kalau rewel tinggal diberi susu atau digendong. Kalau anak sembuhnya juga lebih lama. Jika bayi lebih cepat sembuhnya paling tidak 7 hari sudah sembuh dan baik selama perawatannya bagus,” tambahnya lagi.

Disisi lain, Dokter Kozzy menuturkan ada beberapa cara merawat bayi yang sudah disunat, saat ingin membersihkan luka sunat bersihkan selalu dengan air mengalir, atau dengan kapas dikucurin, atau diguyur. Terutama saat buang air besar (BAB) biasanya kalau bayi kena sampai depan harus segera dibersihkan.

“24 jam setelah sunat sudah boleh mandi, setelah itu dikeringkan dengan tissue handuk dan oleskan salep 2 kali sehari. Pampers lebih rutin diganti 3 hingga 4 jam sekali, jangan sampai lembab supaya tidak infeksi,” tandasnya.

Dikatakan Dokter Kozzy ada beberapa hal yang harus diperhatian saat sunat pada bayi. Penis pada bayi lebih kecil dibandingkan dengan anak-anak. Secara struktur pengerjaannya pun harus detail. Kotrol pendaraannya sedini mungkin, jangan sampai sudah sampai dirumah baru terjadi pendarahan. Oleh itulah faktor pembekuan darah harus dilakukan sebelum tindakan dilakukan dan pastikan dalam kondisi normal. Hal ini dilakukan untuk mengontrol pendarahan saat tindakan sunat.

“Saat bayi atau anak disunat ada kemungkinan terjadinya infeksi. Luka infeksi setelah sunat ciri-cirinya seperti kemerahan, bengkak, nyeri, biasanya basah dan keluar seperti nanah. Hari ketiga dan keempat akan keluar cairan yang produktif dalam bentuk nanah, jika berat anak akan mengalami demam. Berbicara Penyembuhan luka, wajar akan terjadi pada 3 hari pertama akan bengkak, merah. Setelah 3 hari bengkak harapannya akan berkurang, tetapi jika bengkak terus belum ada baikan inilah yang harus waspada. Hari keempat dan kelima ada selaput putih dikepala penisnya tetapi dihari ketujuh sudah hilang dan sembuh,”jelas dokter yang berpraktek di RSIA Bina Medika Bintaro ini.

Resiko keloid pada bayi saat dilakukan sunat akan terjadi. Beberapa kasus pernah ditemukan, sudah disunat ada jaringan keras tebal kepala penis didalam lagi, dan harus direkonstruksi ulang lagi.

Efek jangka pendek dan jangka panjang ketika bayi atau anak tidak disunat adalah ketika disunat harapannya akan lebih bersih dan orangtua pun lebih mudah membersihkan penis. Selain itu, ketika dewasa lebih mudah membersihkannya, juga mengurangi resiko dari infeksi saluran kemih dari infeksi penularan seksual ketika dewasa.

Dalam wawancaranya, dr. Kozzy. Sp.BA berpesan bahwa apa tujuan dilakukannya sunat, karena sunat bertujuan menjaga organ genital terutama anak laki-laki. Pastikan sebelum sunat, kondisi penis dalam keadaan normal. Prosedur sunat itu lebih mudah persiapan dan perawatan setelah operasi. Jadi orangtua tidak perlu kuatir karena sudah banyak yang sudah menjalaninya.

Pewarta : Yulisman

Editor : Masya Heri