Rodi Soroti Krisis Sampah dan Infrastruktur Pintu Batu, Siap Perjuangkan Anggaran 2027

Bengkulu, Coverpublik.com – Permasalahan sampah dan infrastruktur menjadi sorotan utama dalam reses Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Rodi, S.Kom., M.M., di Kelurahan Pintu Batu, Senin (16/2/2026). Di hadapan warga, ia menegaskan bahwa penanganan sampah dan perbaikan fasilitas umum harus dilakukan secara serius dan melibatkan semua pihak.

Menurut Rodi, persoalan sampah bukan hanya terjadi di satu wilayah, melainkan hampir di seluruh daerah. “Sampah ini sudah menjadi persoalan bersama. Di mana-mana, pengelolaan sampah selalu menjadi tantangan,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan keluhan mengenai kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Beberapa truk pengangkut sampah dilaporkan terjebak akibat jalan berlumpur dan becek, terutama saat curah hujan tinggi.

Menanggapi hal itu, Rodi menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari pihak terkait, TPA saat ini sedang dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan penimbunan menggunakan tanah serta material batu. Namun, tingginya intensitas hujan menyebabkan area tersebut tergenang dan sulit dilalui kendaraan berat.

Pelaksana tugas dari dinas teknis yang hadir dalam reses itu menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan lokasi pembuangan alternatif untuk sementara waktu. Karena itu, dibutuhkan kerja sama dari pihak ketiga selaku operator pengangkutan sampah agar tidak memaksakan kendaraan masuk ke area yang masih dalam tahap pengerjaan.

“Kami minta kerja samanya. Jangan dipaksakan masuk ke dalam lokasi yang masih dikerjakan, apalagi dalam kondisi becek,” tegas Rodi.

Selain persoalan sampah, warga juga menyoroti kondisi infrastruktur, khususnya gorong-gorong dan bahu jalan yang memerlukan perbaikan. Kerusakan gorong-gorong dinilai berpotensi menimbulkan genangan air dan menghambat aktivitas masyarakat.

Rodi mengungkapkan bahwa usulan tersebut telah masuk dalam daftar aspirasi sejak 2025. Namun, keterbatasan anggaran membuat realisasinya harus dilakukan secara bertahap.

“Aspirasi itu sudah kami terima dan masukkan. Karena keterbatasan anggaran, pelaksanaannya harus dibagi dalam beberapa tahap,” jelasnya.

Ia berkomitmen untuk kembali memperjuangkan perbaikan bahu jalan dan gorong-gorong tersebut pada tahun anggaran 2027, dengan mempertimbangkan skala prioritas serta kemampuan keuangan daerah.

Melalui reses ini, Rodi berharap terjalin sinergi antara pemerintah, pihak ketiga, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sampah dan infrastruktur. Ia juga mengajak warga untuk terus aktif menyampaikan aspirasi agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Reses adalah ruang dialog. Semua masukan akan kami tampung dan perjuangkan sesuai kewenangan dan prioritas,” tutupnya.