
SELUMA, CoverPublik.com– Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Seluma yang lebih maju dan inklusif, Cahaya Perempuan Bengkulu menggelar Diskusi Forum Multi Stakeholder (FMS) dan Feminis Birokrat (FEMOKRAT) bertema “Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Usia di Bawah 19 Tahun” dengan pendekatan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion). Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Kamis (24/4/2025).
Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat serta pemangku kepentingan mengenai bahaya dan dampak dari praktik perkawinan usia anak, serta pentingnya penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
“Dalam kondisi saat ini, ruang aman bagi perempuan makin menyempit. Ironisnya, pelaku kekerasan terhadap perempuan justru sering berasal dari lingkungan terdekat,” ujar Direktur Eksekutif Cahaya Perempuan dalam sambutannya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan instansi pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Seluma, antara lain Bappeda, DP3APPKB, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfosantik), Dinas Kesehatan, Disdukcapil, BKKBN, Dinas PMD, Kantor Urusan Agama (KUA), pemerintah kecamatan dan desa, Forum Komunikasi Partisipasi Anak Remaja (FKPAR), puskesmas, sekolah, tokoh agama, serta tokoh adat.
Diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta memberikan berbagai tanggapan, pertanyaan, serta masukan konstruktif terkait upaya pencegahan perkawinan usia dini.
Mazda, perwakilan dari Dinas Kesehatan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Dalam mencegah perkawinan usia anak, tidak bisa hanya dibebankan kepada DP3APPKB saja. Kita harus bergerak bersama, baik dalam pencegahan maupun penanganannya,” tegasnya.
Dari diskusi tersebut, beberapa rekomendasi penting berhasil dirumuskan. Di antaranya, komitmen setiap instansi untuk melakukan sosialisasi pencegahan perkawinan usia anak kepada masyarakat, serta dorongan untuk menyusun kebijakan daerah yang melarang praktik tersebut secara tegas.
Melalui forum ini, diharapkan terbentuk kesadaran kolektif dan tindakan nyata dalam mendukung perlindungan anak serta pemberdayaan perempuan. Upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis menuju Seluma Emas—sebuah cita-cita untuk menjadikan Kabupaten Seluma sebagai daerah yang ramah, adil, dan inklusif bagi semua.
Pewarta: Agusian
Editor : Masya Heri
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025









