Coverpublik.com – Setelah harga minyak goreng mengalami penurunan dan sempat ditetapkan satu harga, tentunya membuat para pedagang dan pembeli sangat senang akan hal ini. Mengingat, minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok di dapur yang harus dipenuhi. Namun, kesenangan itu telah surut dan tidak berlangsung lama.
Dikarenakan minyak goreng satu harga bersubdi sudah langka di pasaran, terutama beberapa pasar di Kota Bengkulu. Seperti di Pasar Panorama dan Pasar Pagar Dewa Kota Bengkulu.
Hamrizal (26) seorang pedagang sembako di Pasar Pagar Dewa menuturkan dampak dari minyak goreng subsidi yang langka membuat Omzetnya menurun. Ia mengatakan sangat kesulitan mencari stok minyak goreng untuk dijual, mengingat minyak goreng semakin hari semakin langka. Tidak hanya itu, ia merasa kasian kepada masyarakat-masyarakat yang membutuhkan minyak goreng, untuk memasak, berjualan dan lain sebagainya.
“Omzet juga menurun, terus juga kasian dengan masyarakat-masyarakat yang membutuhkan, mereka kesulitan mendapatkan minyak goreng subsidi untuk memasak,” tutur Hamrizal pada, Selasa (1/03/22).
Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa minyak goreng subsidi di tokonya benar-benar habis dan kosong. Hanya saja, masih terdapat dua minyak goreng ukuran 2 liter dengan modal lama, yang masih mahal. Ia mengatakan tidak bisa menjual minyak goreng tersebut dengan harga murah Rp 28.000, karena modalnya saja masih Rp 35.000.
“Minyak goreng subsidi sudah habis. Ini tinggal 2, ukuran 2 liter dengan modal lama. Saya ngambil minyak goreng di grosir. Jadi, tidak bisa ditarik atau diganti, berbeda halnya kalau langsung ngambil ke sales atau agennya”.
Para pedagang sembako kembali diresahkan dengan minyak goreng subsidi yang langka dalam beberapa minggu terakhir.
Hal ini, membuat mereka kesulitan dalam mencari dan mendapatkan stok minyak goreng. Pedagang sembako sangat diresahkan dengan minyak goreng subsidi yang langka dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini, tentunya membuat mereka kesulitan dalam mencari dan mendapatkan stok minyak goreng. Hamrizal mengatakan kurang tahu penyebab mengapa minyak goreng subsidi bisa menjadi langk. Namun, ia mendapat informasi dari berita penyebab minyak goreng langka dikarenakan terjadinya penimbunan minyak goreng oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
Sementara itu, Indra (40) seorang pedangan sembako juga di Pasar Panorama Kota Bengkulu menuturkan, bahwa memang benar stok minyak goreng sekarang ini sulit didapatkan. Soalnya stok minyak goreng dari agen atau salesnya juga kosong.
“Jelas saja minyak sekarang sulit didapat. Soalnya dari agen dan salesnya juga tidak ada barang. Kalau begini masyarakat jadi resah. Dimana-mana minyak goreng subsidi kosong. Alhamdulillah hari ini baru dapat 10 dus merek Sunco dari teman, itupun terbatas,” tutur Indra saat diwawancarai.
Ia berharap agar harga minyak goreng terus stabil dan tidak terjadi kelangkaan lagi. Sehingga para pedagang dan masyarakat tidak pusing serta kesulitan dalam mendapatkan minyak goreng.