Pemkab Rejang Lebong Usulkan Empat SPPG Baru untuk Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Rapat Satgas yang dipimpin Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Rejang Lebong, Elva Mardiana, SIP, MSi, Senin (3/11/2025) pukul 09.00 WIB. (Foto: Istimewa)

Rejang Lebong, CoverPublik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong melalui Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengusulkan pembentukan empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat Satgas yang dipimpin Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Rejang Lebong, Elva Mardiana, SIP, MSi, Senin (3/11/2025) pukul 09.00 WIB.

Rapat dihadiri Staf Ahli Bupati Taman SP, Kepala Dinas Kominfo Upik Zumratul Aini, Kepala Dinas Kesehatan drg. Asep Setia Budiman, Kepala Dinas Pendidikan Zakaria Effendi, Kepala Dinas DP3APP-KB Gusti Maria, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ferry Najamuddin, serta Koordinator MBG Rejang Lebong, Anastasia Intan P, dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan perwakilan Loka POM.

“Kita perlu mendukung percepatan program MBG. Hari ini fokus kita membahas pembentukan SPPG di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil atau 3T,” kata Elva Mardiana.

Hasil rapat menetapkan empat SPPG baru yang akan diusulkan ke BGN pusat untuk penerbitan surat keputusan (SK), yaitu SPPG Blumai II, Durian Mas, Lubuk Belimbing I, dan Sinar Gunung.

“Empat SPPG di wilayah 3T ini segera kita ajukan ke BGN untuk di-SK-kan,” tambah Elva.

Tujuh SPPG Aktif Layani 18.866 Penerima Manfaat

Koordinator MBG Rejang Lebong, Anastasia Intan P, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tujuh SPPG aktif di Kecamatan Curup Selatan, Curup Tengah, Curup Utara, Curup Timur, Bermani Ulu, dan Sindang Dataran.

“Dua SPPG lainnya sedang dalam proses pendirian. Saat ini, tujuh SPPG aktif melayani 18.866 penerima manfaat, terdiri dari 18.300 siswa serta balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” jelasnya.

Dengan tambahan dua SPPG baru dan empat SPPG di wilayah 3T, cakupan program MBG akan semakin luas hingga pelosok Rejang Lebong.

Anastasia menambahkan, setiap SPPG aglomerasi melayani sekitar 3.000 penerima manfaat dan bekerja sama dengan UMKM, koperasi, serta BUMDes untuk penyediaan bahan pangan lokal.

“Kita menghindari monopoli pemasok. Seluruh bahan baku diutamakan dari produsen lokal, mulai dari beras, sayur, buah, telur, ikan, hingga ayam,” ujarnya.

Selain itu, SPPG juga bermitra dengan Balai POM Bengkulu untuk memastikan mutu dan keamanan pangan bergizi yang disalurkan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas program MBG agar benar-benar bergizi, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Anastasia.