Pencemaran Linkungan Akibat Limbah, Warga Air Sebakul Protes

Limbah rumah tangga berserakan meresahkan warga Air Sebakul

Coverpublik.com – Warga di sekitar Jalan Burhan Dahri, khususnya di RT 09/RW 07, atau tepatnya di Jalan Terminal Regional Air Sebakul Kota Bengkulu, sedang mengalami masalah. Mereka mengeluhkan tentang pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan.

Salah seorang warga bernama Akhen, mengungkapkan bahwa limbah rumah tangga tersebut berasal dari rumah ke rumah. Di lokasi tersebut, terdapat sekitar 20 lebih rumah yang membuang limbah sembarangan.

“Aku sudah bosan dengan limbah manusia yang dibuang sembarangan ini. Dari rumah ke rumah, ada sekitar 20 lebih rumah yang melakukan hal ini,” ujar Akhen.

Akhen juga mengatakan bahwa dirinya sudah beberapa kali melaporkan masalah ini kepada RT setempat. Ia telah meminta bantuan untuk mengarahkan warga agar membuat septic tank. Namun, jawaban yang diberikan oleh Pak RT adalah bahwa orang-orang di lokasi tersebut tidak memiliki cukup uang untuk membuat septic tank.

“Padahal warga di sini memiliki motor, mobil, dan handphone yang bagus-bagus. Rumah mereka juga sudah terlihat bagus. Bagaimana mungkin mereka tidak bisa membuat septic tank yang sederhana ini? Aku sudah melaporkan masalah ini berulang kali, bahkan aku sampai harus melapor ke Dinas Lingkungan Hidup. Namun, Dinas Lingkungan Hidup sudah pernah mengunjungi lokasi ini,” tutur Akhen.

Akhen juga menuturkan bahwa limbah yang berserakan di sekitar lokasi tersebut berasal dari proyek pembangunan septic tank di setiap rumah. Namun, karena septic tank tersebut tidak terawat dengan baik, akhirnya limbah tersebut terbuang sembarangan.

“Setelah proyek septic tank selesai, tidak ada lagi yang menyiram air ke dalamnya. Akibatnya, saat musim hujan fibernya terangkat dan limbah tersebut berserakan di sekitar lokasi,” jelas Akhen.

Ketika ada pembangunan jalan di daerah tersebut, ada usaha untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Namun, karena septic tank sudah rusak parah, saat alat berat digunakan untuk memindahkan limbah menggunakan seling, akhirnya fibernya pun pecah.

“Karena sudah terkena hujan dan panas, fibernya sudah menjadi rapuh. Akhirnya, ketika lahan tidak terpakai lagi, pemilik lahan pun menjualnya,” tambah Akhen.

Akhen yang merasakan dampak langsung dari limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan ini meminta agar pihak atau dinas terkait segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kami tidak hanya merasakan bau yang menyengat, tetapi juga merasakan dampak kesehatan yang buruk seperti mual dan pusing. Selain itu, makanan yang kami konsumsi juga tidak sehat karena banyak lalat yang berkeliaran di sekitar limbah. Dan yang paling penting, kesehatan anak-anak kami terancam. Jika tidak ada tindakan yang diambil, kami akan terus mengalami masalah ini,” pungkas Akhen.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Man Saheri