Protes Masyarakat: Kandang Ayam Petelur Dinilai Ganggu Lingkungan dan Ibadah

Warga Dusun I saat mendatangi Kantor Desa Pondok Kubang, menolak rencana pembangunan kandang ayam petelur dalam rangka program ketahanan pangan. Foto: Dok/TRP/Rizon

Bengkulu Tengah, CoverPublik.com Rencana pembangunan kandang ayam petelur dalam rangka program ketahanan pangan di Desa Pondok Kubang, Kecamatan Pondok Kubang, menuai protes dari warga Dusun I. Masyarakat setempat menolak lokasi yang diusulkan karena dinilai terlalu dekat dengan pemukiman dan tempat ibadah.

Program ketahanan pangan ini digagas oleh pemerintah desa dengan tujuan meningkatkan swasembada telur ayam dan memberdayakan ekonomi masyarakat melalui usaha peternakan. Namun, lokasi yang dipilih berada di pekarangan milik warga Dusun I, hanya berjarak beberapa meter dari Masjid Al-Imam, yang selama ini menjadi pusat aktivitas keagamaan di dusun tersebut.

Dalam pertemuan tertutup di Kantor Desa Pondok Kubang, Tabrian, tokoh masyarakat Dusun I, menyampaikan keberatannya. “Kami mendukung penuh program ketahanan pangan. Namun, penempatan kandang ayam di lingkungan padat penduduk dan berdekatan dengan masjid akan menimbulkan bau menyengat dan gangguan lalat. Hal ini akan sangat mengganggu kenyamanan beribadah dan keseharian warga,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa penolakan ini bukanlah penolakan terhadap program, melainkan permintaan agar lokasi kandang dipindahkan ke areal yang lebih sesuai. “Pindahkan kandang ke lahan desa yang jauh dari pemukiman dan tempat ibadah. Dengan begitu, program tetap berjalan tanpa menimbulkan keresahan,” tutur Tabrian.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pondok Kubang, Soni Pratama, menyatakan akan menampung seluruh aspirasi masyarakat. “Tugas kami adalah menyampaikan suara warga kepada pemerintah desa. Kami sudah mencatat keluhan dan saran. Keputusan akhir akan diambil oleh kepala desa setelah mempertimbangkan masukan ini,” jelasnya.

Soni menambahkan bahwa BPD mendukung program ketahanan pangan demi kesejahteraan desa. Namun, pihaknya berkewajiban memastikan pelaksanaan program tidak menimbulkan dampak negatif. “Kami ingin program ini berhasil, tetapi harus ramah lingkungan dan mencerminkan prinsip hidup bersih serta nyaman,” imbuh Soni.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari pemerintah desa mengenai pemindahan lokasi kandang ayam petelur. Tekanan warga Dusun I terus menguat, dengan harapan agar pembangunan dialihkan ke lahan desa yang lebih layak dan tidak mengganggu fasilitas umum serta tempat ibadah.

Warga Desa Pondok Kubang berharap pemerintah desa segera meninjau ulang rencana ini. Dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat, program ketahanan pangan diharapkan dapat terlaksana baik tanpa menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Pewarta: Yulisman
Editor : Masya Heri
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025