Rejang Lebong Kukuhkan 15 Bunda Literasi Kecamatan, Wujudkan Masyarakat Gemar Membaca

Rejang Lebong Kukuhkan 15 Bunda Literasi Kecamatan, Rabu (12/11/2025). (Foto: Istimewa)

Rejang Lebong, CoverPublik.com – Bunda Literasi Kabupaten Rejang Lebong, Intan Larasita Fikri, melantik 15 Bunda Literasi Kecamatan periode 2025–2030 dalam acara yang berlangsung di Balai Pat Petulai Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong, Rabu (12/11/2025) pagi.

Pelantikan tersebut dirangkai dengan kegiatan Lomba Mengukir Buah 2025 yang diikuti peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong. Acara dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Dr. Zulkarnain Harahap, Staf Ahli Bupati Taman, S.P., M.Si., para kepala dinas, serta camat se-Kabupaten Rejang Lebong.

Dalam sambutannya, Bunda Literasi Intan Larasita Fikri menekankan pentingnya peran perempuan dalam membentuk karakter bangsa melalui keluarga.

“Perempuan merupakan tokoh sentral yang memiliki kemampuan luar biasa dalam membentuk karakter bangsa. Untuk itu dibutuhkan pondasi yang kuat serta rasa percaya diri yang tinggi,” ujar Intan Larasita.

Ia juga menegaskan bahwa budaya membaca harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat untuk meningkatkan indeks literasi daerah. Menurutnya, tokoh Bunda Literasi memiliki peran strategis dalam menggerakkan masyarakat agar gemar membaca dan menulis, sejalan dengan program Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.

“Tokoh literasi harus menjadi motor penggerak budaya membaca, dengan mengangkat kearifan lokal dan memperkuat pelayanan perpustakaan yang prima serta efektif,” tambahnya.

Melalui pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan, Intan berharap gerakan literasi dapat tumbuh dari keluarga, diperkuat oleh sekolah, dan hidup di tengah masyarakat.

“Gerakan literasi harus dimulai dari rumah. Bunda Literasi di kecamatan diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam membangun masyarakat yang berbudaya baca,” ujarnya.

Selain pelantikan, kegiatan Lomba Mengukir Buah juga menjadi wadah kreativitas dan inovasi masyarakat.

“Lomba ini bukan sekadar adu keterampilan, tetapi juga melatih kreativitas dan mempererat silaturahmi antar-kecamatan,” katanya.

Ketua Panitia Hj. Esnalianti, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan ini memperkuat peran ibu sebagai motivator utama dalam gerakan literasi nasional dan daerah.

“Pengukuhan ini menegaskan kembali bahwa ibu adalah perpustakaan pertama bagi anak-anaknya. Lomba mengukir buah diikuti 15 tim, masing-masing terdiri dari Ketua TP PKK kecamatan dan pendamping,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun budaya literasi yang kuat, kreatif, dan inklusif di Kabupaten Rejang Lebong, sejalan dengan visi daerah “Rejang Lebong Hebat dan Berdaya Literasi.”