Kemumu Suro Festival 2025 Angkat Potensi Budaya dan Kopi Bengkulu Utara

Kemumu Suro Festival (KSF) Tahun 2025 yang digelar di Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, memasuki hari ketiga pelaksanaan pada Sabtu (19/7). (Foto: Restu Edi/CoverPubik.com)

Bengkulu Utara, CoverPublik.com — Kemumu Suro Festival (KSF) Tahun 2025 yang digelar di Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, memasuki hari ketiga pelaksanaan pada Sabtu (19/7). Rangkaian kegiatan yang sarat nilai budaya, religius, dan promosi ekonomi kreatif menjadi daya tarik utama festival tahunan ini.

Sejak pagi, masyarakat telah berkumpul untuk mengikuti kegiatan ambengan atau makan bersama di Lapangan Sepak Bola Palak Siring. Tradisi ini diawali dengan tausiah agama, di mana warga membawa makanan dari rumah masing-masing sebagai wujud syukur dan kebersamaan.

“Ambengan ini bukan sekadar makan bersama, tapi bagian dari tradisi yang memperkuat solidaritas warga dan rasa syukur atas limpahan rezeki,” kata Lurah Kemumu, dalam sambutannya.

Pada siang hari, Festival Kopi menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta kopi lokal dan pelaku UMKM. Festival ini menampilkan ragam aktivitas seperti bazar, kompetisi, serta workshop pengolahan kopi Kemumu, yang dikenal memiliki cita rasa khas dataran tinggi.

“Festival ini menjadi wadah anak-anak muda untuk mengenal potensi wirausaha kopi, sekaligus memperkuat identitas kopi Kemumu di pasar nasional,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, yang hadir langsung di lokasi.

Momentum malam puncak KSF dimulai pukul 18.30 WIB dengan penerbangan lampion yang menerangi langit Kemumu, menandai peringatan bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Ribuan warga antusias menyaksikan langit berwarna-warni oleh lampion harapan yang dilepas serentak.

Acara berlanjut pukul 20.25 WIB dengan puncak seremoni festival, dihadiri perwakilan Gubernur Bengkulu, Putri Indonesia wakil Provinsi Bengkulu, serta tamu undangan dari unsur Forkopimda. Penampilan wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Agung Sultan dari Kota Bengkulu menjadi penutup penuh makna.

“Festival ini menjadi momentum kolaborasi antara budaya lokal, sektor pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkap Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.AP.

Kegiatan Kemumu Suro Festival merupakan hasil sinergi antara Pokdarwis Kelurahan Kemumu, Dinas Pariwisata Bengkulu Utara, dan EO Bigezzy. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ajang tahunan berskala nasional guna memperkuat posisi Bengkulu Utara sebagai destinasi wisata budaya dan religius.

Pewarta: Joni/Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © COVERPUBLIK 2025