Wamenbud Dorong Pengembangan Panggung Maestro agar Lebih Berdampak dan Diminati Publik

Wakil Menteri Kebudayaaan, Giring Ganesha dan Direktur Pengembangan Budaya Digital Andi Syamsu Rijal saat ditemui wartawan usai penutupan Panggung Maestro ke-9, Museum Nasional, Jakarta Pusat, Rabu malam (29/10/2025). (Foto: Istimewa)

Jakarta, CoverPublik.com – Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha berupaya mengembangkan pagelaran budaya Panggung Maestro agar lebih menarik dan berdampak luas bagi masyarakat. Rencana pengembangan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan di lingkungan Kementerian Kebudayaan.

“Program seperti ini harus bisa lebih impactful, ditonton lebih banyak orang, dan menjadi sarana pelestarian budaya Indonesia,” ujar Giring usai penutupan Panggung Maestro ke-9 di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Rabu malam (29/10/2025).

Pagelaran Panggung Maestro merupakan agenda tahunan yang digelar di Jakarta sebagai bentuk apresiasi kepada para maestro kesenian tradisi Indonesia. Tahun ini, acara tersebut menampilkan kesenian tradisional dari Bali dan Sumatera Barat.

Giring menjelaskan, tidak semua pelaku seni tradisi bisa menyandang gelar maestro. Syarat utama bagi penerima gelar tersebut adalah memiliki tanggung jawab menurunkan ilmu dan keterampilan kepada generasi penerus.

“Kalau mengundang maestro, biasanya mereka datang bersama keluarga dan para penerusnya. Mereka tampil bersama di panggung, menunjukkan kesinambungan tradisi,” katanya.

Ia mencontohkan Maestro Tari Guel asal Aceh, yang dalam pementasan sebelumnya menampilkan penerus berusia lima tahun. “Anak kecil itu menari dengan lincah bersama maestronya. Itu bukti nyata bagaimana pewarisan budaya dilakukan sejak dini,” ujarnya.

Menurut Giring, proses pewarisan seni tradisi tidak sekadar transfer keterampilan, tetapi juga penanaman nilai dan semangat kebudayaan yang menjadi identitas bangsa.

Rencana pengembangan Panggung Maestro mendapat dukungan dari Yayasan Bali Purnati yang berkomitmen memperkuat pendanaan agar kegiatan ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Maria Elka Pangestu, mendorong terjalinnya kemitraan dengan berbagai pihak untuk memastikan keberlangsungan acara tersebut.

“Kami akan memperjuangkan dukungan anggaran dengan menekankan nilai pelestarian budaya. Harapannya, dana ini juga dapat membuka lapangan kerja bagi para maestro dan pelaku seni tradisi,” kata Maria.

Ia menambahkan, peran mitra pendukung tidak hanya sebatas bantuan finansial, tetapi juga dalam memastikan kesiapan pementasan dan keberlanjutan ekosistem seni budaya nasional.